Lestarikan Alam, Bupati Bangka Akan Budayakan Pengantin Baru Sumbang Tanaman

Kita akan budayakan. Jadi mereka harus membawa pohon saat nikah di KUA. Supaya bisa menggalakan penanaman pohon

Lestarikan Alam, Bupati Bangka Akan Budayakan Pengantin Baru Sumbang Tanaman
bangkapos/nurhayati
Bupati Bangka Mulkan saat menyerahkan penghargaan nominasi kalpataru kepada masyarakat Desa Dalil pada peringatan hari menanam pohon di Kabupaten Bangka kerjasama Pemerintah Kabupaten Bangka bersama Perangkat Desa Tiang Tara dengan PT Gemilang Cahaya Mentari, Sabtu (8/12/2018) di Hutan Desa Tiang Tara. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Bupati Bangka Mulkan mempunyai rencana setiap pengantin baru harus menyumbang tanaman untuk ditanam. Dengan demikian masyarakat diajak untuk melestarikan alam dengan menanam pohon untuk menghijaukan alam.

"Setiap yang akan melaksanakan pernikahan bahwa sepasang bakal suami istri itu harus menyiap pohon. Kita akan budayakan. Jadi mereka harus membawa pohon saat nikah di KUA. Supaya bisa menggalakan penanaman pohon," saran Mulkan pada peringatan hari menanam pohon di Kabupaten Bangka kerjasama Pemerintah Kabupaten Bangka bersama Perangkat Desa Tiang Tara dengan PT Gemilang Cahaya Mentari, Sabtu (8/12/2018) di Hutan Desa Tiang Tara.

Ia juga meminta desa membuat peraturan desa (perdes) untuk menjaga hutan desa agar tidak ditebang. Menurutnya, kepala desa tidak perlu khawatir jika sudah ada perdes.

"Tidak perlu dipagar biar alami. Buat saja perdesnya siapa yang melanggar di denda sebesar-besarnya. Buat sebesar-besarnya jangan Rp 50 juta kalau bisa Rp 1 milyar. Kita lihat siapa yang berani melanggar," tegas Mulkan.

Dia minta agar dibuat papan plang di hutan desa tersebut yang tidak boleh ditebang. Untuk itu Pemkab Bangka akan mendukung.

Mulkan menegaskan, penanaman pohon buah-buahan di kawasan Hutan Desa Tiang Tara ini bukan kegiatan seremonial yang tidak ada kelanjutannya.

Untuk itu dia minta agar hutan desa yang diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tiang Tara ini bisa dikelola dengan baik.

"Jadikan Mekar Sari kedua di sini seperti di Bogor ada Mekar Sari. Ketika ini menjadi kawasan tanaman buah-buahan maka masyarakat akan tahu di Desa Tiang Tara ada Mekar Sari kedua," harap Mulkan.

Dia mengatakan, untuk mengembangkan kawasan hutan buah-buahan ini jangan tanggung-tanggung jika di luar kawasan hutan konservasi bisa dikembangkan lagi.

Dengan demikian jika musim panen buah maka masyarakat akan datang untuk beragro wisata sehingga bisa menjadi sumber penghasilan bagi BUMDes dan warga Tiang Tara.

"Jangan sampai diserahkan kepada BUMDes ini tidak berjalan, lebih baik bentuk kelompok masyarakat
disamping BUMDes agar menjaga tanaman yang ada disini," saran Mulkan.

Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved