Jalur Sungailiat-Pangkalpinang Macet, Air Genangi Jalan Kenanga

Jalan Raya Sungailiat-PangkalpinaNg, tepatnya di Kelurahan Kenanga Sungailiat Bangka, sempat macet total.

Jalur Sungailiat-Pangkalpinang Macet, Air Genangi Jalan Kenanga
Bangka Pos / Ferylaskari
Suasana Jalan Kenanga dipadati kendaraan. Pengguna jalan terganggu karena air meluap hingga ke badan jalan raya, Sabtu (8/12/2018) malam hingga Minggu (9/12/2018) dinihari. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Jalan Raya Sungailiat-Pangkalpinang, tepatnya di Kelurahan Kenanga Sungailiat Bangka, sempat macet total.

Terpaan hujan deras membuat air sungai dan kolong meluap sehingga jalan tak bisa dilalui kendaraan.

Dikerahkan mobil pemadam kebakaran untuk menyedot genangan air agar kendaraan bisa melintas.

Kondisi mulai pulih, Sabtu (8/12/2018) malam menjelang Minggu (9/12/2018) dinihari.

Pantauan Bangka Pos, hingga Minggu (9/12/2018) dinihari, Anggota Satpol PP Kabupaten Bangka, Polres Bangka dan beberapa pihak terkait berjaga-jaga mengamankan ujung jalan kelurahan tersebut.

Antrian panjang mobil dan sepeda motor terlihat karena genangan air berarus kencang, membelah jalan.

Diduga saluran got atau gorong-gorong di tengah jalan mampet. Sementara air terus membuat tekanan sehingga meluber di aspal. Sedangkan sebuah rumah dekat sisi jalan, tak jauh dari lokasi gorong-gorong mampet, ikut terendam air.

Penghuni rumah tampak sibuk mengangkat perabotan. Dua unit mobil pemadam kebakaran terus menyedot air, dan membuang air ke sisi seberang jalan agar arus lalulintas berjalan lancar.

Kepala Kantor Satpol PP Bangka, Dalyan Amrie diwakili Kabid Perundang-Undangan, Achmad Suherman dikonfirmasi Bangka Pos, Minggu (9/12/2018) mengakui, kondisi ini sempat mengkhawatirkan pengguna jalan yang melintas dari Sungailiat ke Pangkapinang, atau sebaliknya.

Sedangkan penyebab genangan air meluap ke jalan raya menurutnya karena saluran air tak berfungsi.

"Ada saluran air yang tersendat sehingga air meluap ke jalan raya. Fungsi mobil blangwir (pemadam kebakaran) untuk menyedot air dan membuang ke tempat lain," kata Suherman.

Diakui Suherman, pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bangka dan Lurah Kenanga, ikut meninjau saluran yang mampet tersebut. Pada Minggu (9/12/2018) siang, tindakan preventif dilanjutkan. Bahkan didatangkan sebuah alat berat untuk membuka saluran air yang mampet.

"Sementara kita Satpol PP, bidang penangulangan bencana dan kebakaran mengawasi jangan sampai jalur air jangan lagi 'digawe TI agik' (jangan ditambang lagi -red). Kita imbau agar warga jangan menambang sampai nutup alur air, apalagi memindah alur sungai," katanya.(BANGKAPOS/ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved