Prisma Al Ikhlas Gabek Gelar Seminar Tolak LGBT

LGBT baru muncul dan sudah berani secara terang-terangan dan membuka komunitas di Indonesia bahkan

Prisma Al Ikhlas Gabek Gelar Seminar Tolak LGBT
Bangkapos/agus nuryadhyn
Narasumber kegiatan tolak LGBT diikuti peserta dari pelajar dan mahasiswa berlangsung di Hotel Bumi Asih 

BANGKAPOS. COM,  BANGKA--Pemuda dan Remaja Masjid  (Prisma) Al Ikhlas Kelurahan Air Salemba Gabek Pangkalpinang menggelar seminar tolak LGBT.

Kegiatan diikuti para remaja mengusung tema "LGBT tinggalkan atau akan menjadi jalan kehancuran", berlangsung di ballroom Hotel Bumi Asih Pangkalpinang,  Minggu (9/12).

Ketua panitia Tri Wahyuni menjelaskan seminar diikuti 150 peserta dari pelajar dan mahasiswa se Kota Pangkalpinang. 

Prisma Al Ikhlas mengusung tema tolak LGBT,  menurut Tri Wahyuni bahwa LGBT sudah lama ada di Negara Barat.

Namun untuk di Indonesia, LGBT baru muncul. 

"LGBT baru muncul dan sudah berani secara terang-terangan dan membuka komunitas di Indonesia bahkan mereka bangga dengan apa yang mereka lakukan, " ungkapnya. 

HarapanTri Wahyuni adanya seminar ini akan dapat mencetak generasi remaja muda agar memahami apa itu namanya LGBT serta akibat dari perbuatan.

"Generasi remaja muda tidak hanya sekedar tahu tapi mendalami dan dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari diisi dengan kegiatan positif," ujar Tri Wahyuni.

Pembina Prisma Al Ikhlas Gabek Pangkalpinang M Fitra Ramadhani menjelaskan seminar tolak LGBT untuk memberikan pemahaman dan menyadarkan para remaja.

Karena pada akhir-akhir ini marak prilaku LGBT

"Kami merasakan bahwa LGBT kurang mendapatkan perlawanan dan pertentangan khususnya dari keluarga remaja sehingga terkesan dibiarkan," ungkapnya. 

Pemuda dan Remaja Masjid Al Ikhlas, kata Fitra memiliki keinginan agar para remaja jangan sampai menyimpang. 

Apalagi menurut Fitra bahwa saat ini
sudah banyak menyebar dan sudah banyak di Indonesia.

Kegiatan seminar ini menghadirkan nara sumber Mega S St  MA Kes dari
Daarul Mahabbah Entrepreneur dan Fasilitator Sekolah Alam Bangka Belitung
serta Willy Saputra Komunitas Peduli Anak Babel.

Untuk menghilangkan rasa penat peserta,  panitia membuat permainan (games) konsentrasi kerjasama dan daya ingat yang dipandu
Pebri Ayanto dan Theo Alyandu. (*)

Penulis: agusrya
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved