Nilai Ekspor Ikan di Babel Meningkat 50 Persen Tahun 2018

Nilai ekspor komoditi perikanan tahun 2018 mengalami peningkatan 50 persen dibandingkan tahun 2017

Nilai Ekspor Ikan di Babel Meningkat 50 Persen Tahun 2018
(IST/Dok Pribadi Darwin, Bangkapos.com)
Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung , M Darwin Syah P. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung , M Darwin Syah P, mengatakan nilai ekspor komoditi perikanan tahun 2018 mengalami peningkatan 50 persen dibandingkan tahun 2017.

Nilai Eskpor perikanan hingga November 2018 mencapai Rp 237.064.484.904 sedangkan pada tahun 2017 hanya Rp 157.671.462.865

Peningkatan nilai ekspor ini didominasi oleh komoditas cumi, pari, ikan ekor kuning, manyung, ikan sembilang, ikan pisang-pisang, ikan senangin, ikan bawal hitam, tenggiri dan kerapu sunu.

"Nilai ekspor meningkat 50 persen, peningkatan dominan ini eskpor dari Belitung, dilihat dari jenis dominan yang di ekspor karena memang harganya meningkat dan bernilai ekonomis tinggi," ujar Darwin, Selasa (11/12/2018).

Malayasia menjadi negara paling dominan yang menjadi tujuan ekspor dari Babel dengan presentase 69,19 persen. Lalu disusul Singapura dengan persentase 22,26 persen, dan Thailand 3,47 persen. Selain ke tiga negara ini, hasil perikanan Babel juga di eskpor ke Vietnam, Australia, Hong Kong, China, dan Taiwan.

Darwin menjelaskan, meningkatnya nilai ekspor tak lepas dari meningkatnya produksi tangkap nelayan. Peningkatan tangkapan nelayan lantaran berkurangnya ilegal fishing, nelayan semakin banyak menangkap komoditi bernilai ekonomis tinggi.

Ia menyebutkan, saat ini ada 11 Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang bisa melakukan ekspor langsung. Diketahui memang ada 13 UPI yang bisa ekspor, namun duanya di nonaktifkan lantaran tidak bisa memenuhi standar Hazard Analysis & Critical Control Point (HACCP).

"Ada dua UPI yang kita nonaktifkan karena mereka tidak mengikuti jaminan mutu HACCP, tiap tahun kita inspeksi untuk melengkapi persyaratan. Jadi mereka tidak bisa ekspor sebelum melengkapi ini," ujarnya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved