Bilik Asmara di Lapas Sukamiskin Dipakai 7 Napi Korupsi, Termasuk Suami Inneke

Kamar berukuran 2x3 meter itu semula merupakan gudang namun digunakan untuk kamar tidur.

Bilik Asmara di Lapas Sukamiskin Dipakai 7 Napi Korupsi, Termasuk Suami Inneke
Tribunnews.com/Eri Komar Sinaga
Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia Fahmi Darmawansyah ditahan KPK terkait suap pengadaan lima unit monitoring satelit di Badan Keamanan Laut, di KPK, Jakarta, Jumat (23/12/2016). 

BANGKAPOS.COM  - Andri Rahmat, warga binaan Lapas Sukamiskin yang jadi terdakwa kasus suap eks Kepala Lapas Sukamiskin akhirnya menjelaskan soal bilik asmara di Lapas Sukamiskin, dalam sidang pemeriksaan saksi untuk terdakwa Wahid Husen di Pengadilan Tipikor pada PN Bandung, Rabu (12/12).

Andri mengatakan, kamar berukuran 2x3 meter itu semula merupakan gudang namun digunakan untuk kamar tidur.

Ia menjelaskan semua hal tentang bilik asmara itu saat dicecar pertanyaan oleh hakim Marsidin Nawawi. 

"Asalnya WC, saya yang renovasi disuruh Fahmi Darmawansyah dan ya, diketahui terdakwa (Wahid Husen)," ujar Andri.

Hakim lantas bertanya apa saja yang direnovasi, Andri mengatakan tidak banyak yang direnovasi.

"Ada WC dan spring bed saja," ujar dia. Lantas, hakim menanyakan kegunaan kamar tersebut.

"Ya untuk (hubungan badan) Fahmi dan istrinya (Inneke Koesherawati) saja," ujar Andri. Marsidin lantas kembali bertanya siapa saja yang menggunakan ruangan tersebut.

"Awalnya untuk pak Fahmi saja, tapi kan disana ada yang jalani pidana cukup lama, akhirnya bisa dipakai (untuk hubungan badan) sama yang lain," ujar Andri.

Hakim kembali bertanya siapa saja yang memakainya "Seingat saya tujuh orang," ujar Andri dan tidak menyebutkan siapa saja yang memakainya.

"Siapa saja yang pakai," kata Marsidin. Andri kemudian menjawabnya.

Halaman
123
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved