Bujang, Pelatih yang Kantongi Bonus Rp 119 Juta Bicara Soal Masa Depan Atletik Pangkalpinang

Bujang, pelatih atletik Pangkalpinang untuk Porprov V Babel beberapa waktu lalu ketiban rezeki bonus Rp 119,7 juta.

Bujang, Pelatih yang Kantongi Bonus Rp 119 Juta Bicara Soal Masa Depan Atletik Pangkalpinang
BANGKA POS/ DEDY QURNIAWAN
Bujang, pelatih atletik Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM - Bujang, pelatih atletik Pangkalpinang untuk Porprov V Babel beberapa waktu lalu ketiban rezeki bonus Rp 119,7 juta. Bonus ini diberikan Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) secara simbolis pada acara pembubaran kontingen Pangkalpinang di rumah dinas wali kota, Rabu (12/12/2018) malam.

Dia mengatakan, bonus tersebut adalah rezeki kedua anaknya yang tengah dan akan kuliah.

"Alhamdulillah senang sekali. Mau dibuat tabungan untuk anak kuliah. Sekarang yang paling tua mau selesai, yang nomor dua baru mulai kuliah tahun depan," kata Bujang kepada bangkapos.com

Bujang adalah guru olahraga di SMP N 10 Pangkalpinang. Dia telah membidani para bibit atlet atletik Pangkalpinang sejak 1994 saat Popda Sumsel.

Spesialisasinya adalah melatih hampir semua nomor atletik, kecuali nomor lempar. Pada 1997 ia turut mengorbitkan atlet Pangkalpinang untuk jalur prestasi nasional.

Sebut saja nama seperti Yahuza, Rohimayati, atau Rahma Januarti, pernah ia latih. Yahuza misalnya, tercatat mendapat tiga kali juara seagames di cabor atletik yang ia geluti, termasuk Rohimayati dan Rahma Januarti yang punya prestasi tersendiri di PON.

Bujang mengakui bahwa Yahuza, Rohimayati, dan Rahma Januarti adalah atlet-atlet senior yang masih ikut turun pada Porprov V Babel lalu. Para atlet ini diketahui memang banyak memborong medali pada Porprov V Babel lalu.

Meski demikian, Bujang tak khwatir soal masa depan dan pembibitan atlet muda. Menurutnya, dari Porprov V Babel lalu, potensi atlet muda Pangkalpinang sudah terlihat.

"Sekarang bibit kita masih banyak. Ada sekitar 10 orang, tergantung kitalah bagaimana pembinaan ke depan. Cuma yang perlu dijaga itu adalah atlet yang mau jadi atlet sebenarnya, itu perlu dijaga, dibawa usia 20. Ini perlu dijaga. Seperti yang dikatakan Pak Wali tadi, kita harus bisa mempertahankan agar atlet Pangkalpinang tidak lari ke daerah lain," katanya.

Menurut Bujang, selama ini seorang atlet memutuskan untuk ke luar daerah karena tidak ada pekerjaan di Pangkalpinang. Ini adalah persoalan yang dilematis.

"Sementara daerah lain menawarkan, kita sebagai pelatih tidak bisa menahan mereka karena itu masa depan atlet," ucapnya. (BANGKAPOS.COM /Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved