Eskpor Ikan Akan Dipertanyakan Asal Muasal Tangkapan Ikan

Mau enggak mau kedepannya, persyaratan buyer harus menyebutkan asal tangkapan kapal itu, sehingga

Eskpor Ikan Akan Dipertanyakan Asal Muasal Tangkapan Ikan
Bangka Pos/Krisyanidayati
Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar sosialisasi dan persiapan penerapan e-log book hasil penangkapan ikan di Babel, di ruang rapat pertemuan DKP, Rabu (12/12/2018). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kasi Pemantauan dan Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelauyatn Perikanan, Aris Budiarto menyebutkan Log Book hasil perikanan terus ditingkatkan untuk mempermudahkan nelayan.

Aris memaparkan, kedepannya log book tidak hanya diterapkan secara manual namun menuju elektronik log book (e-log book) sehingga nelayan bisa mengisi dan melaporkan secara real time tanpa harus menunggu di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI).

"Log book ini laporan harian nahkoda mengenai kegiatan penangkapan ikan. Semacam surat dan ini wajib untuk kapal lebih sari 5 GT. Yang dilaporkan ini bukan hanya yang ditangkap, tapi semuanya misalnya yang diambil sirip saja, ikan yang ditangkap kemudian dilepaskan, ini juga harus dilaporkan," katanya saat sosialisasi persiapan penerapan e-log book hasil penangkapan ikan di Babel, di ruang rapat pertemuan Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Babel, Rabu (12/12/2018).

Ia menyebutkan, kedepannya untuk komoditi perikanan ekspor, negara tujuan akan meminta keterangan asal penangkapan ikan ini.

Dengan log book ini akan mempermudahkan nelayan untuk memiliki data ini.

"Mau enggak mau kedepannya, persyaratan buyer harus menyebutkan asal tangkapan kapal itu, sehingga untuk bisa ekspor nahkoda harus bisa bisa isi log booknya," ujarnya.

Dalam sistem log book yang telah disiapkan, nelayan hanya perlu mengisi volume ikan, jenis alat tangkap yang digunakan.

"Kalau yang menerapkan e-log book itu koordinatnya akan jelas, dimana ikan itu ditangkap, jenisnya apa, ukurannya berapa. Ini terdata. Bahkan untuk jenis ikan tuna bahkan kami memasukkan formatnya itu ekor bukan hanya kg saja," jelasnya.

Namun, menurutnya untuk penerapan e-log book ini memang masih belum bisa sepenuhnya.

Pasalnya, untuk e-log book nelayan atau nahkoda harus menginstal aplikasi yang disiapkan. Oleh karena itu, pihaknya masihs mensosialisasikan dengan sistem e-log book.

"E-log book ini mungkin rumit bagi nelayan kalau belum terbiasa, tapi kita usahakan ini terus kita upgrade untuk lebih ringkas dan sederhanakan. Kalau e-log book harus ada android, untuk log book biasa ini masih kertas tapi kita dorong mereka untuk mau dulu mengisi log book ini," ujarnya.

"Log book ini perjenis ikan dan volume ikan, misalnya nelayan dapat cakalang 500 kg, tongkol, jenis ikan sudah ada tinggal nelayan kita milih dan isi volume," ujarnya.

Adanya log book ini diharapkan dapat meningkatkan validasi data dan akurasi data perikanan tangkap. Sehingga, nantinya dalam pengambilan kebijakan akan lebih tepat jika data yang disampaikan akurat. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved