HPINS Ajak Nelayan Bikin Pengolahan Hasil Laut

Para nelayan di Kabupaten Bangka sebagian besar menggunakan fasilitas kapal dibawah 10 Gross Ton (GT)untuk melakukan penangkapan ikan

HPINS Ajak Nelayan Bikin Pengolahan Hasil Laut
Bangka Pos / Nurhayati
Perahu nelayan yang bersandar di Dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat 

BANGKAPOS,BANGKA--Para nelayan di Kabupaten Bangka sebagian besar menggunakan fasilitas kapal dibawah 10 Gross Ton (GT)untuk melakukan penangkapan ikan.

Namun sayangnya distribusi penjualan hasil tangkapan tersebut, sebagian besar hanya sampai ditingkat pedagang pengumpul sehingga berdampak pada fluktuasi harga yang tidak stabil.

"Bagi pedagang pengumpul distribusi penjualannya sampai di tingkat pedagang pengecer atau pengolahan hasil ikan tingkat rumah tangga," ungkap Ketua Himpunan Pengusaha Ikan dan Nelayan Sungailiat (HPINS) Kabupaten Bangka, Muhammmad Ali, kepada bangkapos.com, Rabu (13/12/2018) di Sungailiat.

Diakuinya untuk distribusinya yang mampu masuk di perusahaan ekspor, hanya untuk jenis ikan tertentu.

"Untuk pedagang pengumpul sendiri dimusim tertentu mengalami kendala distribusi penjualan pada saat hasil tangkapan ikan oleh nelayan mengalami volume produksi yang tinggi," jelas Muhammad Ali.

Oleh karena itu HPINS Kabupaten Bangka, mendorong para nelayan dapat memaksimalkan sumber daya kelautan melalui pengolahan hasil perikanan tangkap.

"Kami mendorong penuh nelayan atau pelaku usaha perikanan lainnya mampu memaksimalkan kekayaan potensi hayati mulai dari tata penangkapan yang benar sampai pada distribusi ditingkat pasar," saran Muhammad Ali.

Dengan demikian menurutnya, distribusi penjualan ikan hasil tangkapan nelayan dapat stabil termasuk nilai harga penjualan, jika ada perusahaan pengolahan hasil perikanan di Bangka Belitung yang bersedia menampung semua jenis ikan.

"Apalagi saat ini, perusahaan kemasan ikan kaleng atau perusahaan pengolahan ikan lainnya tidak ada di Kabupaten padahal sumber bahan bakunya cukup banyak, kecuali usaha industri rumah tangga yang memiliki keterbatasan daya tampung menerima ikan hasil tangkapan," saran Muhammad Ali.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved