Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air Memilih Pengacara yang Tepat

Pengacara Herrmann berhasil memenangkan beberapa juta dolar kompensasi bagi para korban Indonesia.

Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air Memilih Pengacara yang Tepat
Istimewa
Pray For Lion Air 

BANGKAPOS.COM - Pengacara penerbangan internasional terkenal Charles Herrmann sedang datang ke Indonesia untuk memberikan kompensasi kepada kor­ban Indonesia yang naik bus tur di AS ketika ditabrak oleh kendaraan tur amfibi yang dioperasikan oleh Ride the Ducks of Seattle, Washington. Tragisnya, kendaraan amfibi itu dibuat dengan poros cacat yang rusak.

Pengemudi kehilangan kontrol dan kendaraan “Ride the Duck” menyeberangi garis tengah di jembatan sempit dan menabrak bus tur. (Review kecelakaan https://www.seattletimes.com/seattle-news/lawyer-4-victims-of-ride-the-ducks-crash-settle-with-company-midtrial-for-8-25-million/).

Pengacara Herrmann berhasil memenangkan beberapa juta dolar kompensasi bagi para korban Indonesia.

Kebe­tulan saat ini sedang di Jakarta untuk penye­lesaian kasus Ride the Ducks, pengacara terkenal ini telah dihubungi oleh perwakilan dari beberapa korban kecelakaan Lion Air yang mencari nasihat tentang hak-hak hukum mere­ka untuk kompensasi dari mereka yang bertanggung jawab atas kecelakaan mengerikan ini.

Pengacara Herrmann menjelaskan: “Sudah jelas bahwa ada kegagalan sensor pesawat yang memantau sudut angin yang melewati sayap yang disebut sebagai angle of attack (AOA).

Sensor itu keliru membaca sudutnya terlalu tinggi, yang kemudian meng­isyaratkan teknologi lain untuk secara otomatis memaksa hidung pesawat mengarah ke bawah menyebabkan pilot kehilangan kendali. Kegagalan inilah yang menyebabkan pesawat jatuh ke laut.

Lebih buruk lagi adalah fakta bahwa Boeing sadar akan adanya masalah ini sebelum penerbangan yang naas ini. Pada penerbang­an sebelumnya pilot melaporkan malfungsi dalam sistem.

Pesawat itu hampir jatuh pada malam sebelum pe­nerbangan yang naas itu. Namun, Boeing masih tidak memberikan instruksi yang memadai untuk pilot Lion Air tentang cara aman bereaksi terhadap situasi seperti itu.

Boeing akhirnya sudah melakukannya tetapi hanya setelah kecelakaan itu terjadi, ketika Administrasi Pe­nerbangan Federal AS (FAA) memerintahkan Boeing untuk merubah manual operasional pesawat untuk menggambarkan prosedur yang tepat untuk menghindari kecelakaan seperti ini lagi.

Ini mengingatkan saya pada penerbangan Asiana OZ 214 yang jatuh di bandara San Francisco ketika mencoba mendarat pada 2013.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved