Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air Memilih Pengacara yang Tepat

Pengacara Herrmann berhasil memenangkan beberapa juta dolar kompensasi bagi para korban Indonesia.

Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air Memilih Pengacara yang Tepat
Istimewa
Pray For Lion Air 

Herrmann memperingatkan: “Tragedi dari kecelakaan ini sering diperparah dan keluarga korban akan terluka dua kali deng­an kehilangan yang mengerikan dari orang yang mereka cintai ketika mereka didekati oleh oknum yang akan mengambil keuntungan dari keadaan ini. Pertama datang perwakilan dari mereka yang bertanggung jawab atas kecelakaan itu.

Mereka bertindak peduli tentang kesejahteraan para korban, berpura-pura menjadi teman mereka, padahal tujuan me­reka sebenarnya adalah untuk memikat para korban agar menyelesaikan tuntutan hukum mereka untuk jumlah kompensasi yang sangat kecil — jauh lebih rendah daripada yang mereka berhak dapatkan secara hukum.

Sementara memang benar bahwa kompensasi di AS jauh lebih tinggi daripada jumlah yang umumnya dibayarkan di Indonesia, namun tetap masih ada batasan praktis.

Kor­ban harus waspada terhadap pengacara yang tidak bermoral, menjanjikan jumlah kompensasi yang konyol jauh di atas apa yang realistis.

Perwakilan mereka akan sering mengatakan apa saja untuk mendapatkan korban untuk menandatangani kontrak dengan pengacara mereka.

Hal yang sangat penting dilakukan oleh keluarga korban menurut Charles Herrmann dalam mempertimbangkan Lawyer mana yang harus dipilih dalam mewakili keluarga korban dalam melakukan tuntutan kepada Boeing adalah mengetahui Kredibilitas dan reputasi Lawyer yang memang memiliki pengalaman nyata dalam menangani klaim kecelakaan penerbang yang layak disebut LAWYER SPESIALIS KASUS PENERBANGAN (SPECIALIST AVIATION LAWYER), serta Mencari tahu dari berbagai sumber informasi yang legal, seberapa banyak kasus penerbangan yang telah diselesaikan dan bisa memberikan manfaat bagi para keluarga kor­ban, dan bukan memberikan duka untuk kedua kalinya.
Boeing adalah perusahaan AS dan pesawat itu diproduksi di AS. Tentu saja, keluarga korban penerbangan JT 610 dapat menuntut Boeing di AS. Namun, hampir semua korban adalah warga negara Indonesia.

Meskipun saya tidak ragu bahwa kami akan menang dalam gugatan itu, namun pertarungan yang sesungguhnya adalah bagaimana untuk mendapatkan kompensasi yang pantas yang harus dibayarkan kepada setiap keluarga kor­ban. Standar Amerika atau Indonesia? Mungkin di antaranya.

Bukan hanya keluarga korban yang layak mendapat kompensasi, ada alasan kedua untuk memastikan mereka yang menyebabkan kecelakaan ini bertanggung jawab.

Dengan membuat yang bersalah membayar kesalahan mereka, mereka jauh lebih termotivasi untuk memperbaiki kekurangan dan untuk mengkomunikasikan instruksi yang tepat.

Kami melakukan bagian kami dalam menyelamatkan nyawa penumpang di masa depan, membuat penerbangan lebih aman bagi semua orang.”

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved