Waspada Jumlah Ibu Hamil Berisiko Tinggi di Babel Banyak

Di Indonesia dari 1.000 penduduk ada 30 orang tetapi di Bangka Belitung juga banyak yang melahirkan di bawah umur 20 tahun

Waspada Jumlah Ibu Hamil Berisiko Tinggi di Babel Banyak
Bangka Pos / Nurhayati
Kepala Perwakilan BKKBN Babel Etna Estelita berfoto bersama usai membuka kegiatan penguatan budaya kerja pegawai BKKBN, Rabu (12/12/2018) di Pantai Tikus Emas. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Etna Estelita mengakui, di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung jumlah ibu hamil berisiko tinggi masih banyak.

Untuk ibu hamil berisiko tinggi ini ada dua yakni ibu hamil dibawah usia 20 tahun dan ibu hamil di atas usia 35 tahun.

"Di Indonesia dari 1.000 penduduk ada 30 orang tetapi di Bangka Belitung juga banyak yang melahirkan di bawah umur 20 tahun," kata Etna kepada bangkapos.com, saat membuka kegiatan penguatan budaya kerja pegawai BKKBN, Rabu (12/12/2018) di Pantai Tikus Emas.

Disebutkannya, untuk ibu yang hamil di atas usia 35 tahun juga cukup banyak dengan alasan kembali memutuskan hamil karena agar ada yang menemani di rumah. Padahal ini berisiko tinggi.

"Orang fokusnya banyak ibu hamil di bawah usia 20 tahun padahal yang hamil di atas usia 35 tahun juga berisiko dan banyak," ungkap Etna.

Dijelaskannya, penyebab kematian ibu saat melahirkan tinggi ini disebabkan empat hal yakni usia terlalu muda saat melahirkan, terlalu rapat melahirkan dibawah tiga tahun sudah melahirkan kembali, terlalu banyak anak dan usia terlalu tua saat melahirkan.

"Angka kematian ibu tertinggi empat faktor itu penyebab tidak langsungnya. Penyebab langsungnya bisa karena pendarahan. Ini semua yang harus kita hindari," jelas Etna.

Diakuinya, adanya pernikahan dini di Bangka Belitung juga menyebabkan ibu melahirkan di bawah usia 20 tahun.

Dia mengungkap penyebab pernikahan dini ini bisa jadi karena faktor budaya dimana orang tua khawatir anaknya jadi perawan tua jika diatas usia 17 tahun belum menikah.

"Ada budaya yang orang tuanya takut kalau dia menikah terlalu tua ada masalah di anaknya," kata Etna.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved