Begini Kronologi Pencurian Nekat di Kantor Kejaksaan, Dilakukan Siang Hari

Kabag Ops Polres Bangka Barat, Andi Haloho menceritakan ada dua pelaku yang nekat melakukan pencurian di Kantor Kejaksaan Negeri Bangka Barat

Begini Kronologi Pencurian Nekat di Kantor Kejaksaan, Dilakukan Siang Hari
Bangka Pos / Nordin
Kasi Barang Bukti Kejaksaan Negeri Bangka Barat M. Arif, Kamis (13/12/2018) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kabag Ops Polres Bangka Barat, Andi Haloho menceritakan ada dua pelaku yang nekat  melakukan pencurian di Kantor Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Sabtu 91/12/2018)

Dalam melakukan aksinya kedua pelaku yang belakangan bernama Suryanto alias Ahyung dan Nurwahid warga Desa Belo Laut Kecamatan Muntok Bangka Barat mengunakan mobil.

Diamankan keduanya berawal dari laporan dari pihak kejaksaan tentang tindak pidana pencurian.

Dicerikatan Andi aksi pencurian kedua pelaku diketahui oleh satpam. Sekitar pukul 16.00 WIB seorang satpam melihat seseorang masuk ke komplek kantor kejaksaan.

"Saat satpam tersebut, menanyakan ada keperluan apa?, pelaku berdalih mengambil kayu, namun kemudian pelaku langsung kabur,"

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari kedua pelaku pencurian ini satu unit mobil Avanza dengan Nopol BN 2557 LD, satu motor Vega R, satu buah mesin gardan mobil truk, ada tabung gas, kunci, gergaji, tang, dongkrak dan alat peralatan pencurian lainnya.
Atas perbuatannya kini pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolres Bangka Barat, dan keduanya dikenai pasal 363 KUHP.

" Setelah dilakukan pengecekan oleh satpam diketahuilah bahwa mesin mobil Truk Dyna yang sebelumnya ada di mobil hilang, akibat kejadian tersebut, pelapor mengalami kerugian kurang lebih Rp 10 sepuluh juta," ungkap Kabag Ops 

Kasi Barang Bukti Kejaksaan Negeri Bangka Barat M. Arif mengakui kantor mereka dicuri. Pelaku mencuri sejumlah barang yang dijadikan barang bukti yang diletakkan di belakang kantornya.

" Barang bukti itu sudah lama, itu memang ada di belakang kantor, udah lama banget itu perkara, itu BB perkara kehutanan tahun 2011," ungkap M. Arif kepada awak media saat ditemui di kantornya, Kamis (13/12/2018)

Saat ditanya apakah ada keterlibatan orang dalam dalam aksi pencuriannya tersebut, dia mengaku masih menelusuri, akan ada hasil pemeriksaan dari kepolisian.

" Untuk keterlibatan orang dalam untuk saat ini masih kita telusuri. Pasti kalian mikir ada orang dalam, kok kenapa disarang macan berani masuk, nanti kita ungkap sama - sama, siapapun pelakunya itu kalau memang terlibat nggak ada ampun." sebutnya.(*)

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved