Dua Pelaku Pencurian di Kantor Kejaksaan Negeri Bangka Barat Ditangkap, Polisi Ungkap Kronologinya

Terdapat dua pelaku tindak pidana pencurian di kantor Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Sabtu (1/12/2018).

Dua Pelaku Pencurian di Kantor Kejaksaan Negeri Bangka Barat Ditangkap, Polisi Ungkap Kronologinya
Ist/Humas Polres Bangka Barat.
Pengamanan pelaku tindak pidana pencurian di Kejaksaan Negeri Bangka Barat 

BANGKAPOS.COM -- Kabag Ops Polres Bangka Barat Kompol Andi Haloho seizin Kapolres Bangka Barat menyampaikan, terdapat dua pelaku tindak pidana pencurian di kantor Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Sabtu (1/12/2018).

Kedua pelaku bernama Suryanto Alias Ahyung dan Nurwahid alias Wahid warga Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat. Atas perbuatannya kini kedua pelaku sudah diamankan di Mapolres Bangka Barat.  

Penangkapan dua pelaku ini berawal dari laporan Kejaksaan Negeri Bangka Barat tentang tindak pencurian yang terjadi di kantornya. Ops kepada awak media saat konfrensi pers di Polres Bangka Barat, Kamis (13/12/2018) menceritakan kronologi kejadian terjadi pukul 16.00 WIB. 

"Ketika itu satpam yang bekerja di Kejaksaan Bangka Barat keluar dari komplek kejaksaan menuju kantor, dia melihat ada seorang laki-laki masuk ke dalam halaman kantor kejaksaan kemudian satpam menayakan ada keperluan apa, dan dijawab orang tersebut mau mengambil kayu. Ketika satpam tadi datang pria tersebut langsung kabur," ungkapnya.

Setelah dilakukan pengecekan oleh satpam diketahui mesin mobil Truk Dyna yang sebelumnya ada di mobil hilang. Mesin tersebut merupakan barang bukti milik kejaksaan perkara kehutanan tahun 2011. 

Kini barang bukti yang berhasil diamankan dari kedua pelaku pencurian ini berupa satu unit mobil Avanza dengan Nopol BN 2557 LD dan satu motor Vega R, kendaraan pelaku yang digunakan saat melakukan aksi pencurian serta satu buah mesin gardan mobil truk, tabung gas, kunci, gergaji, tang, dongkrak dan alat peralatan pencurian lainnya. 

Diberitakan sebelumnya Kasi Barang Bukti Kejaksaan Negeri Bangka Barat M. Arif membenarkan kantor mereka kecurian, Sabtu (1/12/2018). Barang yang dicuri berupa barang bukti di kejaksaan yang berada di halaman belakang kantor.

"Barang bukti itu sudah lama, itu memang ada di belakang kantor, udah lama banget itu perkara. itu barang bukti (BB) perkara kehutanan tahun 2011," ungkap M. Arif kepada awak media saat ditemui di kantornya, Kamis (13/12/2018).

Akibat kejadian ini nilai kerugian mencapai lebih dari Rp 10 juta. 

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved