LPDB Komitmen Bantu Pengembangan Bisnis Pelaku KUMKM

LPDB-KUMKM terus berkomitmen dalam mendorong pengembangan pelaku usaha koperasi dan UMKM di Provinsi Banten.

LPDB Komitmen Bantu Pengembangan Bisnis Pelaku KUMKM
Dok.LPDB
Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) terus berkomitmen dalam mendorong pengembangan pelaku usaha koperasi dan UMKM di Provinsi Banten. 

BANGKAPOS.COM - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) terus berkomitmen dalam mendorong pengembangan pelaku usaha koperasi dan UMKM di Provinsi Banten.

Hal ini disampaikan Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo di sela-sela kegiatan “Sosialisasi dan Bimtek Bisnis Kewirausahaan dan Bisnis Start Up LPDB-KUMKM” di Serang, Banten, Selasa (11/12).

Menurutnya kehadiran lembaga yang dipimpinnya memang ditugaskan khusus untuk membantu pengembangan koperasi dan UMKM.

Namun demikian, guna melakukan tugas tersebut tentu tidak bisa jalan sendiri-sendiri, melainkan perlu kerja sama dengan berbagai pihak.

“Nah sekarang ini adalah dalam rangka kerja sama tersebut. Semoga pengembangan UMKM di Provinsi Banten terjalin kerja sama dengan LPDB-KUMKM membawa hasil yang menggembirakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Braman menjelaskan khusus untuk Banten penyerapan terhadap modal yang dilakukan lembaganya masih rendah. Sejak LPDB-KUMKM dioperasionalkan pada 2008 dengan total penyaluran dana sebesar Rp 8,5 triliun.

Provinsi paling ujung barat di Jawa ini hanya menyerap Rp 77 miliar. Atau bila diklasifikasikan dengan provinsi lain, Banten menempati urutan ke 24 dari 34 provinsi di Indonesia.

“Tapi ke depan dengan adanya kerja sama seperti ini pasti jumlahnya akan terus bertambah, sehingga pelaku UMKM berkembang dan maju juga semakin banyak,” harapnya.

Braman mengakui untuk menunaikan tugasnya memang tidak mudah karena masih ada tiga kendala besar yang harus diatasi bersama-sama. Kendala itu antara lain soal SDM, caranya perlu ditingkatkan skilnya, kedua adalah produksi yakni dalam pemasarannya masih sulit sehingga perlu dibantu, serta ketiga adalah pembiayaan.

“Untuk poin terakhir ini kami hadir langsung kepada pelaku usaha yang sulit mengakses permodalan,” ujarnya.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved