PSC 119 Sepintu Sedulang Jadi Pusat Rujukan Studi Banding Penanganan Kondisi Gawat Darurat

Kondisi gawat darurat yang ditangani PSC 119 Sepintu Sedulang didominasi penyakit dalam seperti penyakit jantung, hipertensi, stroke.

PSC 119 Sepintu Sedulang Jadi Pusat Rujukan Studi Banding Penanganan Kondisi Gawat Darurat
bangkapos/nurhayati
Kepala PSC 119 Sepintu Sedulang Agung didampingi dokter sedang menjelaskan mengenai pelayanan medis yang diberikan pihaknya dalam menangani kondisi gawat darurat kepada pihak Pemkab Tangerang, Kamis (13/12/2018) di Markas PSC 119 Sepintu Sedulang Sungailiat. 

BANGKAPOS.COM -- Public Safety Center (PSC) 119 Sepintu Sedulang di Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka selama ini menjadi pusat rujukan bagi kota/kabupaten di Indonesia untuk melakukan studi banding guna mempelajari pelayanan penanganan kondisi gawat darurat yang terjadi masyarakat.

Sudah banyak daerah dari luar Bangka Belitung bahkan dari kabupaten/kota yang sudah maju belajar di PSC 119 Sepintu Sedulang. Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Kepala PSC 119 Sepintu Sedulang Budi Gustiansyah yang akrab disapa Agung mengatakan kunjungan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk belajar ke PSC 119 Sepintu Sedulang karena tertarik melihat inovasi PSC tersebut.

Tamu Bappeda Kabupaten Bangka ini ingin mengadopsi aplikasi pelayanan PSC 119 Sepintu Sedulang untuk diterapkan di Kabupaten Tangerang.

"Sebagai tuan rumah yang baik tentunya kami menerima dengan terbuka untuk orang-orang yang berniat membangun PSC," jelas Agung kepada bangkapos.com, Kamis (13/12/2018) di PSC 119 Sepintu Sedulang Sungailiat.

Selain itu Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyarankan kota dan kabupaten di seluruh Indonesia wajib memiliki PSC.

"Itu sudah tertuang di aturan menteri kesehatan dan instruksi presiden," kata Agung.

Diakuinya, kondisi Kabupaten Bangka dengan Kabupaten Tangerang sangat bertolak belakang. Kabupaten Tangerang memiliki jumlah penduduk sebanyak 5 juta dibandingkan dengan di Kabupaten Bangka yang hanya satu kecamatan dari jumlah penduduk di Kabupaten Tangerang.

"Mereka ingin menyesuaikan dengan jumlah penduduk banyak tetap memberikan pelayanan yang baik buat masyarakatnya. Intinya mereka datang kesini, mereka sudah punya UPT meskipun namanya bukan PSC. Mereka berupaya seperti apa UPT di Tangerang berubah orientasi seperti UPT PSC sehingga layanan itu dirasakan oleh masyarakat Tangerang," jelas Agung.

Diakuinya, kendala yang dihadapi PSC 119 Sepintu Sedulang selama ini karena lemahnya sosialisasi sedangkan pelayanan medis yang diberikan kepada masyarakat sudah siap.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved