PUPR Babel Raih OPD Pengelola DIPA Terbaik, Noviar Ishak Dedikasikan untuk Staf Korban Lion Air

Penghargaan yang diraih instansi yang dipimpinnya didedikasikan kepada salah satu stafnya yang menjadi korban Lion Air JT 610

PUPR Babel Raih OPD Pengelola DIPA Terbaik, Noviar Ishak Dedikasikan untuk Staf Korban Lion Air
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Kepala Dinas PUPR Babel, Noviar Ishak saat memegang penghargaan pengelola DIPA Terbaik, Kamis (13/12/2018). 

BANGKAPOS.COM - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Babel, memberikan penghargaan kepada tiga satker pengelola DIPA 2018 terbaik, dalam penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun anggaran 2019, di ruang Rapat Pasir Padi Kantor Gubernur Babel, Kamis (13/12/2018).

Tiga satker yang mendapatkan penghargaan terbaik pertama diraih Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terbaik kedua diraih oleh Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Babel dan terbaik ketiga diraih oleh Kanwil Kemenag Belitung Timur.

Kepala Dinas PUPR Babel Noviar Ishak mengatakan, penghargaan yang diraih instansi yang dipimpinnya didedikasikan kepada salah satu stafnya yang menjadi korban Lion Air JT 610 lalu, Almarhum Ariawan Komardy yang merupakan bendahara DPUPR yang menjadi korban dalam kecelakaan Lion Air Oktober lalu yang merupakan bendahara dinas.

"Ini penghargaan untuk almarhum tepatnya, karena dia yang banyak berperan dalam pekerjaan ini, almarhum dulunya bendahara saya, ini persembahan terbaik untuk almarhum," kata Noviar usai menerima penghargaan.

Noviar mengatakan, ini kali keduanya PUPR mendapatkan penghargaan ini, dan dirinya memang telah melakukan pengawasan secara ketat.

"Kita berupaya mempertahankan penghargaan ini, karena mempertahankan itu yang sangat sulit dibandingkan meraih, tapi mudah-mudahan kita bisa," katanya.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Babel, Supendi menyebutkan, dalam menetapkan OPD terbaik, pihaknya memiliki 10 indikator yang harus dinilai. 10 indikator ini diantaranya adalah serapan penyelesaian tagihan, tepat waktu data kontrak, pengelolaan keuangan dan lainnya.

"Kami memberikan apresiasi kepada satker dan Pemda yang sudah berprestasi, satker ada tiga yang dipilih, pemilihannya bukan asal, berdasarkan 10 indikator kinerja pelaksanaan anggaran," ujarnya, Kamis (23/12).

Tak hanya itu, pihaknya juga memberikan penghargaan bagi pemerintah daerah yang dalam pengelolaan DIPA dinilai terbaik yang diraih oleh Kabupaten Bangka Tengah dan Kabupaten Bangka.

"Ada yang dinilai misalnya, evaluasi penyaluran DAK fisik dan dana desa, ketepatan waktu penyampaian lembar konfirmasi transfer, dan juga lembar rekapitukasi transfer, mengisi serapan UMKM program KUR dan lainnya, dan berapa banyak temuan BPK yang ditindaklanjuti, serta Pemda yang menggunakan aplikasi persediaan," katanya.

Ia berharap, penghargaan ini dapat memacu Satker dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja setiap tahunnya, dan tepat dalam penggunaan anggaran dan pelaporan keuangan.

"Kita berharap satker lain terpacu untuk meningkatkan kinerja menjadi lebih baik," ujarnya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved