Jaringan Kagoya Terkuak, Polri Bakal Kejar KKB yang Membantai Para Pekerja di Papua

Jaringan Kagoya Terkuak, Polri Bakal Kejar Pelaku yang Membantai Para Pekerja di Papua

Jaringan Kagoya Terkuak, Polri Bakal Kejar KKB yang Membantai Para Pekerja di Papua
Grafis Tribun-Video/ Alfin Wahyu
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membantai 31 pekerja pembangunan jembatan dan jalan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, Minggu (2/12/2018). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) membantah pernyataan Polri mengenai adanya atasan Egianus Kogoya yang berinisial PU.

Diketahui, Polri menyebut telah mengetahui Panglima tertinggi dari KKB, yang berinisial PU.

PU diduga sebagai pihak yang memberi restu kepada Egianus Kogoya untuk melancarkan serangan yang menewaskan sejumlah pekerja PT. Istaka Karya. 

Menanggapi itu, Kadiv Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengaku memiliki data yang valid.

"Kami yakin, kami ada datanya, fix kami yakin. Bahwa itu atasannya, ter-connect jaringan kepada Kogoya. Kami akan kejar kemanapun, dan kami akan proses hukum," ujar Iqbal, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/12/2018).

Ia juga mengimbau agar semua pihak tidak terjebak dengan propaganda dan agenda settingan KKB.

Pernyataan itu merujuk pada klaim KKB yang menyebut tidak ada korban sipil dalam penyerangan di jalur Trans Papua dan hanya dari pihak TNI.

Namun, fakta di lapangan ternyata semua korban yang telah teridentifikasi merupakan pekerja dari PT. Istaka Karya.

"Fakta yang ada dari sejumlah korban yang diduga tewas sudah kita identifikasi, oleh tim DVI, sudah ada datanya dan kita kuatkan lagi, keluarganya sudah menjemput, dan itu semua pekerja PT Istaka Karya.

Mereka bilang TNI, padahal TNI kan satu (yang jadi korban, - red), itu karena membela masyarakat, insyallah husnul khotimah," jelasnya.

Halaman
1234
Editor: teddymalaka
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved