Kuliner

Ke Belinyu, Tak Lengkap Jika Tak Rasakan Gurihnya Otak-Otak Ini

Saya mulai binis sebagai penjual otak-otak keliling. Kemudian saya belajar bikin otak-otak sendiri dan

Ke Belinyu, Tak Lengkap Jika Tak Rasakan Gurihnya Otak-Otak Ini
Bangkapos/ferylaskari
Acu (55) dan karyawannya memanggang otak-otak di kedainya di Belinyu. Tampak otak-tak siap saji, dan cuko belacan dan cuko tauco. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Belum terasa datang ke Belinyu, jika tak merasakan gurihnya otak-otak.

Pribahasa ini sebuah kiasan betapa kota di ujung utara Pulau Bangka tersebut punya sajian kuliner yang begitu menggoda selera. 

Satu di antara jajanan lokal yang ditawarkan, berupa adonan daging ikan tenggiri campur tepung sagu dan santan kelapa serta bumbu penyedap, berbalut daun pisang.

Bahan adonan yang sudah dibungkus daun pisang ini kemudian dipanggang di atas bara api

Setelah otak-otak dipanggang, daun pisang pembalut dibuka dan daging adonan ikan yang sudah matang, bisa langsung disantap.

Namun akan terasa lebih nikmat jika, otak-otak dihidangkan bersama kuah pedas, asam dan gurih, yang biasa disebut cuko taoco atau cuko belacan.

Seorang pembuat otak-otak, sekaligus pemilik kedai kuliner di Belinyu, Acu (55) ditemui Bangka Pos, awal pekan lalu, mengaku sudah  20 tahun menggeluti bisnis kuliner ini.

"Saya mulai binis sebagai penjual otak-otak keliling. Kemudian saya belajar bikin otak-otak sendiri dan jual di warung. Sudah 20 tahun jualan otak- otak," katanya.

Tak heran jika Acu berhasil menyekolahkan dua anaknya hingga ke jenjang sarjana, walau hanya berbinis otak-otak.

Ia juga mengaku pernah tamasyah ke tiga negara, Beijing, Thailand dan Hongkong.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved