Pembayaran Klaim Asuransi Harus Tanpa Syarat, Santunan Rp 1,250 Miliar Murni Hak Ahli Waris Korban

Pihak Maskapai Lion Air dalam membayar uang santunan sebesar Rp 1,250 miliar kepada keluarga korban seharusnya tanpa syarat.

Pembayaran Klaim Asuransi Harus Tanpa Syarat, Santunan Rp 1,250 Miliar Murni Hak Ahli Waris Korban
Istimewa/Dok.Kantor Pengacara Danto dan Tomi & Rekan
B Pangestutomi, G SH MKn (Tomi) dari Kantor Pengacara Danto dan Tomi & Rekan di Jakarta saat melakukan diskusi bersama Charles Herrmann. 

BANGKAPOS.COM - Pihak Maskapai Lion Air dalam membayar uang santunan sebesar Rp 1,250 miliar kepada keluarga korban seharusnya tanpa syarat karena pemberian santunan ini sudah diamanatkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 77 Tahun 2011.

Sebaliknya apabila pemberian santunan dengan syarat maka sesuai amanat undang-undang dapat dipidana kan.

Hal ini dikemukakan B Pangestutomi, GSH MKn (Tomi) dari Kantor Pengacara Danto dan Tomi & Rekan di Jakarta dalam rilis yang disampaikan kepada Bangka Pos Group, Jumat (14/12).

Dijelaskan Tomi, Maskapai Lion Air hendaknya tidak membuang tanggungjawab kepada pihak asuransai yakni PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk.

Dalam setiap tiket pesawat yang telah dibayarkan oleh korban kecelakaan Lion Air JT 610 sudah dibayarkan premi asuransi kecelakaan pesawat. Jadi santunan sebesar Rp 1,250 miliar tersebut adalah murni hak ahli waris korban.

"Lion Air atau PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk tidak bisa memberikan persyaratan apapun terhadap asuransi yang preminya sudah dibayarkan kepada para korban," ungkap Tomi.

Menurut Tomi, korban yang sudah membayar premi asuransi dan keluarga korban yang sudah mengalami kerugian moril dan materiil masih diperlakukan sebagai tameng dalam menghindari kemungkinan tuntutan dari keluarga korban karena adanya kemungkinan besar kesalahan dalam pengoperasian pesawat Lion PK LQP.

Belum lagi disinyalir adanya syarat dari Lion Air dan PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk tidak memberikan copy atau salinan perjanjian penerimaan santunan yang diamanatkan Permenhub Nomor 77 Tahun 2011.

Dikemukakan Tomi, putusan Mahkamah Agung Indonesia No. 04/PDT/2013/PT PALU dapat dijadikan yurisprudensi bagi para keluarga korban dalam mengajukan hak perdatanya terhadap perlakuan Lion Air dan PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk.

"Dalam hal ini keluarga korban Lion JT 610 yang akan mengajukan tuntutan kepada Boeing di Amerika, kami berpendapat bahwa keluarga korban tidak bisa dibatasi untuk tidak menuntut Boeing setelah menerima asuransi dari Lion Air," ujar Tomi.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved