Polisi Beberkan Motif Pengrusakan Atribut Partai, Pelaku Mengaku Diberi Upah Rp150 Ribu

Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo membeberkan perihal motif pelaku pengrusakan atribut partai tertentu di Pekanbaru.

Polisi Beberkan Motif Pengrusakan Atribut Partai, Pelaku Mengaku Diberi Upah Rp150 Ribu
TribunPekanbaru/Rizky Armanda
Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo dalam kegiatan ekspos di lobby Mapolda Riau, Senin (17/12/2018) pagi. 

BANGKAPOS.COM- Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo membeberkan perihal motif pelaku pengrusakan atribut partai tertentu di Pekanbaru.

Ia mengungkapkan, ternyata pelaku merupakan orang suruhan dan diupah Rp150 ribu.

Disebutkan Kapolda, saat ini polisi sedang dalam masa penyelidikan dan penyidikan.

"Penyidikan tentunya terhadap tersangka yang sudah diamankan. Penyelidikan adalah kita masih dilakukan kemungkinan terhadap kemungkinan adanya tersangka-tersangka lain, DPO, khususnya kasus yang terjadi di jalan Sudirman," katanya.

Kapolda menegaskan, polisi dalam hal ini bekerja berdasarkan kenyataan di lapangan. Berdasarkan kerja penyidik.

Lanjut Kapolda, motif pelaku pengrusakan yaitu dijanjikan dibayar Rp 150 ribu.

"Itu saja, tidak ada motif-motif lain," ungkapnya.

Baca: Banyak Belum Tahu, Begini Cara Mudah Buat Stiker WhatsApp di Handphone

Pelaku disuruh oleh seseorang. Inilah yang disebutkan Kapolda masih dalam rangka penyelidikan.

"Jadi dijanjikan kamu lakukan ini, saya bayar Rp 150 ribu tapi uangnya belum diterima. Tidak ada motif lain, hanya sekedar, ya motif seperti itu saja," beber Kapolda.

Saat disinggung soal rekaman video pengakuan pelaku yang disuruh oleh oknum diduga dari salah satu partai penguasa, Kapolda menyatakan biar itu jadi pekerjaan penyidik.

"Itu sudah menyangkut ranah penyelidikan, silahkan nanti, biarkan dari kami yang bekerja. Tidak perlu kami sampaikan di sini. Biarkan penyidik kami melakukan pekerjaannya," ucap Widodo.

Dia juga menegaskan, terkait pelaporan ke kepolisian, selama pelaporan itu berdasarkan pada fakta dan punya kekuatan hukum, maka akan dilayani.

"Tapi kalau hanya katanya, katanya, katanya, no, selesai," ulasnya.

Baca: Cara Mudah Pengguna WhatsApp Android Bisa Chatting Sambil Nonton Video Bersamaan

Kapolda juga mengingatkan soal dugaan-dugaan yang merebak, terkait dengan permasalahan ini.

"Dugaan boleh dilakukan selama itu ada bukti, kita tentunya tidak boleh menduga dan berandai-andai. Hati-hati, ada sanksi hukumnya. Dan kendali sepenuhnya ada ditangan saya kegiatan Mapolda dan jajaran. Hati-hati dalam menyampaikan pendapat, karena kalau tidak bisa dipertanggungjawabkan, itu ada pertanggungjawaban hukum," tuturnya.

Ditanyai soal bukti kuat yang dimiliki oleh SBY terkait pengrusakan atribut ini, apakah sudah diserahkan ke Polda Riau, Kapolda punya jawaban tersendiri.

"Saya tidak menyebutkan tokoh siapa, kami melihat ada peristiwa pidana sehingga kita terima laporannya.

Ada pelapor, ada saksi, ada tersangka. Kita sudah lakukan penahanan, itu saja. Saya tidak dari siapa yang melapor, dan sebahainya. Kita tangani sesuai azas-azas penegakan hukum," ulasnya.

Baca: Begini Reaksi Ahmad Dhani saat Ditanya Soal Maia Estianty Dikabarkan Hamil

Tersangka dikatakan Kapolda, dijerat dengan pasal pengrusakan, yaitu pasal 170 junto pasal 406 KUHP.

"Nanti secara detail akan disampaikan pihak reserse. Semua ditangani oleh Polresta Pekanbaru," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, penyidik dari Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pekanbaru sejauh ini menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus perusakan atribut partai di Pekanbaru.

Hal ini diungkapkan Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo dalam kegiatan ekspos di lobby Mapolda Riau, Senin (17/12/2018) pagi.

"Terkait dengan pengrusakan bendera partai tertentu, baliho partai tertentu. Saya anggap ini sudah selesai," tegas Kapolda Riau.

"Kenapa saya katakan sudah selesai, karena Polri dalam hal ini Polresta Pekanbaru sudah bekerja menerima laporan, melaksanakan penyelidikan dan penyidikan. Dari 2 TKP, kita sudah menetapkan 3 orang tersangka," lanjut Kapolda Riau lagi.

Diantaranya dibeberkan Kapolda, inisial HS untuk aksi perusakan di Jalan Jenderal Sudirman, kemudian inisial KS dan MW untuk pengrusakan di Tenayan Raya.

Menurut informasi yang diterima Tribunpekanbaru.com, perusakan ini terkait dua partai berbeda.

"Sudah kita lakukan proses penyidikan, sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Sudah saya perintahkan kepada penyidik, untuk segera dilimpahkan ke Penuntut Umum. Cepat kita bekerja, dengan harapan kasus seperti ini tidak berulang lagi khususnya di Pekanbaru dan Kabupaten/Kota lainnya di Riau," ucap Widodo.

Dia membeberkan, terhadap ketiga tersangka sudah dilakukan penahanan.

"Karena ancaman 5 tahun, maka bisa ditahan," paparnya.

Kapolda juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi, baik itu terhadap postingan di sosial media maupun pemberitaan.

"Waspada, cermat dan pandai masyarakat melihat. Apakah pemberitaan ini itu bisa dipertanggungjawabkan atau bohong belaka," tandasnya. (Tribun Pekanbaru/Rizky Amanda)

Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Kapolda Riau Sebut Pelaku Perusakan Atribut Partai di Pekanbaru Diupah Rp 150 Ribu

 
Editor: zulkodri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved