Menguak Pijat Plus Bertarif Rp 300 Ribu, Ini yang Terjadi di Balik Kamar 2x1 Meter, 'Aman Kok Mas'

Setiap kamar disekat menggunakan triplek berukuran 2x1 meter. Hanya gorden menutupi daun pintu.

Menguak Pijat Plus Bertarif Rp 300 Ribu, Ini yang Terjadi di Balik Kamar 2x1 Meter, 'Aman Kok Mas'
Bangkapos/irakurniati
Tim gabungan yang terdiri dari satuan sabhara dan binmas Polres Pangkalpinang, menyisir tempat-tempat usaha yang diduga disalahgunakan, seperti salon dan panti pijat di wilayah Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Mendengar informasi ada rumah toko (ruko) milik Pemerintah Kota Pangkalpinang dijadikan tempat prostitusi berkedok pijat, Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil bereaksi.

Molen sapaan akrab Maulan berjanji akan menindak tegas.

Menurutnya, pemilik jasa pijat telah menyalahi perizinan usaha yang diberikan pemkot.

Senada diungkapkan anggota DPRD Pangkalpinang Rio Setiady, yang mendesak pemkot menindak tegas pemilik usaha tersebut.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Pangkalpinang Anggo Rudi mengatakan pihaknya tidak tahu ada aktivitas terselubung di panti pijat tersebut.

Pasalnya sejauh ini tidak ada laporan yang masuk ke pihaknya.

Jika sudah laporan, dia mengaku akan menindaklanjuti masalah tersebut.

---------

Pengamatan bangkapos.com, ruko di Jalan Soekarno Hatta Pangkalpinang itu terdiri dari 10 kamar, masing-masing lima kamar di lantai dasar dan lantai atas.

Setiap kamar disekat menggunakan triplek berukuran 2x1 meter. Hanya gorden menutupi daun pintu.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved