21 Model Peragakan Pakaian Cual dan Batik Khas Babel di Pertemuan Tahunan Bank Indonesia

21 model memperagakan busana batik dan cual khas Bangka Belitung dengan berbagai model mulai dari casual hingga gaun

21 Model Peragakan Pakaian Cual dan Batik Khas Babel di Pertemuan Tahunan Bank Indonesia
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Mahendra Jusman dengan modelnya dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia, di Lantai 4 Kantor BI Babel, Kamis (20/12/2018). 

BANGKAPOS.COM - 21 model memperagakan busana batik dan cual khas Bangka Belitung dengan berbagai model mulai dari casual hingga gaun dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung, di Lantai 4 Kantor BI Babel, Kamis (20/12/2018).

Mengenakan pakain berwarna-warni dari tiga desainer Ishadi Cual, D'Mahen, dan Wignyo Rahadi mereka berlenggak lenggok memukau para tamu yang hadir.

Ishadi Cual menghadirkan 8 model dengan berbagai varian outfit pakaian, D'Mahen pun sama dengan menampilkan 8 model, dan desainer Wignyo membawa 5 model.

Pakaian yang diperagakan mulai dari yang glamor, santai, dan busana kerja yang dipadupadankan dengan ciamik membuat motif batik dan cual khas Babel semakin menguat.

Mahendra Jusman dengan modelnya dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia, di Lantai 4 Kantor BI Babel, Kamis (20/12/2018).
Mahendra Jusman dengan modelnya dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia, di Lantai 4 Kantor BI Babel, Kamis (20/12/2018). (Bangka Pos/Krisyanidayati.)

Para pengrajin batik dan cual ini merupakan binaan Bank Indonesia dan telah kerap kali memamerkannya dalam berbagai kesempatan.

Mahendra Jusman yang memiliki brand D'Mahen mengatakan untuk fashion show kali ini dirinya mengusung tema Kemerlap Batik Belitung.

"Style yang saya keluarkan hari agak glamor, batik itu bisa dikombinasikan menjadi pakaian glamor bukan hanya casual," katanya ditemui usai fashion show.

Mahen menyebutkan, dirinya mengkombinasikan bahan versace dan batik dengan komposisi 50 persen batik.

"Untuk kali ini saya kombinasikan bahan versace tiga dimensi dengan batik, kenapa bahan versace ini untuk memunculkan kesan glamor pada bajunya. Komposisinya 50 persen 50 persen, mungkin memang terlihat sedikit batiknya tapi dominan batiknya kita gunakan dibagian belakang," ujarnya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved