Dinkes Babel Gelar Pertemuan Diseminasi Hasil Surveilans Gizi Melalui E-PPGBM

Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Pertemuan Diseminasi Hasil Surveilans Gizi

Dinkes Babel Gelar Pertemuan Diseminasi Hasil Surveilans Gizi Melalui E-PPGBM
Bangka Pos
Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Pertemuan Diseminasi Hasil Surveilans Gizi Melalui E-PPGBM (Elektronik -Pelaporan Pencatatan Gizi Berbasis Masyarakat) Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Soll Marina, 17-19 Desember 2018. 

BANGKAPOS.COM - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Pertemuan Diseminasi Hasil Surveilans Gizi Melalui E-PPGBM (Elektronik -Pelaporan Pencatatan Gizi Berbasis Masyarakat) Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Soll Marina, 17-19 Desember 2018.

Diseminasi Hasil Surveilans Gizi Melalui E-PPGBM dihadiri dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Babel, Kepala Puskesmas se-Babel, TP PKK Babel dan Organisasi Perangkat Daerah terkait.

Kegiatan ini dibuka langsung Asisten Bidang I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Yulizar Adnan yang juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Babel, Mulyono Susanto serta Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Itsnataini.

Pertemuan ini juga turut menghadirkan berbagai narasumber seperti Staf Subdit Pengelolaan Konsumsi Gizi Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan, Kepala Seksi Konsumsi Gizi Umum Subdit Pengelolaan Gizi Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan dan narasumber dari provinsi seperti dari Dinas Kesehatan, Bappeda dan Dinas Pangan.

Materi yang disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung selama tiga hari ini diantaranya kebijakan penanggulangan stunting di Babel, feedback capaian indikator kinerja program gizi Babel tahun 2018, penyelenggaraan surveilans gizi dalam upaya peningkatan gizi masyarakat, implementasi hasil kegiatan surveilans gizi, pemanfaatan BOK tahun 2019 untuk surveilans gizi dalam upaya pencegahan stunting, evaluasi kegiatan surveilans gizi 2018 dan rencana pelaksanaan surveilans 2019 dan panel diskusi dengan berbagai materi.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Yulizar Adnan mengatakan program pembangunan kesehatan didasarkan pada kemitraan dan sinergis semua pihak sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat beserta lingkungannya.

Ia menyebutkan, dalam upaya perbaikan gizi masyarakat khususnya gizi anak dibutuhkan program multisektoral yang efektif dan berkelanjutan. Oleh karena itu diperlukan ketersediaan data secara akurat dan berkelanjutan.

“Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, masalah kesehatan masyarakat yang ditunjukkan dengan angka stunting pada anak dibawah lima tahun sebesar 37,2 persen, jauh diatas standar WHO dan untuk Babel angka stunting sebesar 28,7 persen. Pemerintah pusat menetapkan Kabupaten Bangka Barat dan Bangka termasuk 160 kabupaten yang tinggi angka stuntingnya dan menjadi lokus intervensi stunting,” ujarnya.

Informasi besaran masalah gizi dan determinannya dapat dijadikan dasar dalam penyusunan rencana kegiatan dan intervensi yang dilakukan oleh para pengambil kebijakan. Mengingat pentingnya informasi status gizi berdasarkan individu untuk kebutuhan intervensi maka diperlukan penguatan surveilans gizi melalui pemantauan status gizi (PSG) secara rutin dengan menggunakan pencatatan dam pelaporan gizi by name by address.

“Kementerian Kesehatan telah mengembangkan sistem aplikasi online pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (E-PPGBM) yang bertujuan agar tenaga pelaksana gizi dan pemangku kebijakan di daerah lebih mudah dalam mengamati permasalahan gizi di wilayah mereka untuk selanjutnya mengambil tindakan,” katanya.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved