Hobi Ngemil? Hati-Hati Hal Ini Mengintai Kesehatanmu

Bagi mereka yang mengemil sepanjang waktu, kemungkinan besar tubuhnya akan mengalami peradangan konstan.

BANGKAPOS.COM - Biasanya, di sela waktu makan tiga kali sehari, kita akan mengisi perut dengan mengonsumsi makanan kecil atau sering disebut dengan mengemil.

Namun, tidak semua orang memiliki pola makan yang sama. Beberapa orang mempunyai pola makan yang tak tentu. Bahkan, kebanyakan orang lebih menyukai ngemil dibandingkan makan tiga kali sehari.

Dilansir dari brightside.com, saat sedang makan, kita tidak hanya menyerap nutrisi, tapi juga memicu sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan respon peradangan transien.

Peradangan sendiri merupakan respon normal tubuh terhadap infeksi dan cedera, yang memberikan perlindungan terhadap stressor.

Artinya, setiap kali kita makan, setiap apa yang kita konsumsi memberi tingkat tekanan fisiologis pada sistem imun.

Bagi mereka yang mengemil sepanjang waktu, kemungkinan besar tubuhnya akan mengalami peradangan konstan.

Selama empat jam usai makan, mikroba usus serta komponennya masuk ke dalam aliran darah yang kemudian diam-diam memicu peradangan oleh sistem kekebalan tubuh.

Peradangan usai makan dikenal sebagai 'peradangan postprandial'. Peradangan ini terjadi secara konstan dan diperburuk oleh gaya hidup kita yang tidak sehat.

Seperti mengasup makanan padat kalori, makan berlebihan, tinggi gula dan makanan lemak jenuh. Intinya, kita sebaiknya mengurangi porsi makan dengan mengonsumsi makanan yang bisa memicu rasa kenyang. (BANGKAPOS.COM/Putrie Agusti Saleha)

Penulis: Putrie Agusti Saleha
Editor: teddymalaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved