Kabupaten Bangka Hanya Jadi Daerah Persinggahan, Jumlah Kunjungan Wisatawan Tahun Ini 75.000 Orang

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka Asep Setiawan persentase peningkatan kunjungan wisatawan tersebut tidak terlalu besar.

Kabupaten Bangka Hanya Jadi Daerah Persinggahan, Jumlah Kunjungan Wisatawan Tahun Ini 75.000 Orang
nurhayati/bangkapos.com
Bangunan Tanjung Pesona Beach Resort and Spa Sungailiat yang terlihat dari Pantai Tikus Emas. 

BANGKAPOS.COM  - Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bangka pada tahun 2018 ini mencapai 75.000 orang.
Meningkat dibandingkan tahun 2017 lalu yang hanya mencapai 74.000 orang.

Namun diakui Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka Asep Setiawan persentase peningkatan kunjungan wisatawan tersebut tidak terlalu besar.

Diakuinya kelemahan Kabupaten Bangka karena hanya menjadi daerah persinggahan.

"Kunjungan wisatawan ke daerah kita ini terus berdatangan hanya saja bagian daerah yang dikunjungi, daerah yang dinikmati. Kalau ukuran standar pariwisata lamanya yang menginap. Data ini dari hotel-hotel yang ada di kita. Kalau yang nginap di Pangkalpinang tidak dihitung yang dihitung yang menginap," jelas Asep kepada bangkapos.com, Jumat (21/12/2018) di Dispora Kabupaten Bangka.

Dominan wisatawan yang datang ke Kabupaten Bangka sebagian besar wisatawan domestik. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara terbatas.

Untuk itu upaya yang dilakukan pihaknya, meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara dengan membuat event berstandar nasional dan internasional seperti sport tourism diantaranya Sungailiat Triathlon dan Lintas Timur Sungailiat Trail Run.

"Mau tidak mau ya seperti itu membuat event berstandar nasional dan internasional. Kelemahan Bangka induk, Bangka Selatan, Bangka Barat jadi yang banyak data kunjungan wisman ya di Pangkalpinang dan Bangka Tengah. Bangka Tengah memiliki Novotel, Santika, Soll Marina banyak hotel besar keuntungannya. Mereka nginepnya di Soll Marina berkunjung ke Belinyu. Kabupaten Bangka bagian dari rute wisata, ibaratkan seperti nginap Yogja main ke Bantul, Sleman,"ungkap Asep.

Untuk itu Pemkab Bangka sudah membuat peraturan daerah tetapi belum ditetapkan. Misalnya ada kunjungan dewan atau instansi lain ke Kabupaten Bangka wajib menginap di Kabupaten Bangka.

Padahal destinasi wisata di Kabupaten Bangka cukup banyak hanya saja wisatawan yang menginap di hotel-hotel yang masih sedikit.

Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ini pihaknya pada tahun 2019 nanti menargetkan sekitar lima persen atau sekitar 78.750 wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Bangka.

Menurut Asep kalau wisata alam pantai hampir sama hanya saja untuk atraksi budaya di Kabupaten Bangka yang masih kurang. Oleh karena itu pihaknya sedang mengadakan penguatan kelembagaan dengan mengangkat potensi daerah.

"Kami membuat komitmen dengan kades dan lurah serta camat apa yang mau diangkat ditata dan dilestarikan dari atraksi budayanya karena rata-rata tidak memiliki itu, maka memulailah dari saat sekarang lima tahun ke depan. Ini komit dengan misi ke empat Pemkab Bangka adalah gerbang kota menuju pariwisata dunia harus segera diwujudkan. Kuncinya bagaimana orang bisa tinggal di daerah kita dan menikmati lebih lama. (BANGKAPOS.COM/NURHAYATI)

Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved