PLN Babel Terjunkan 477 Petugas Untuk Siaga Natal dan Tahun Baru 2019

PLN Babel menerjunkan 477 petugas siaga menjelang Natal dan Tahun Baru.

PLN Babel Terjunkan 477 Petugas Untuk Siaga Natal dan Tahun Baru 2019
Dok.PT PLN Bangka Belitung
PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung (PLN Babel) menjerjunkan 477 petugas siaga menjelang Natal dan Tahun Baru di beberapa titik guna kelancaran perayaan keagamaan dan hari besar tersebut. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung (PLN Babel) menerjunkan 477 petugas siaga menjelang Natal dan Tahun Baru di beberapa titik guna kelancaran perayaan keagamaan dan hari besar tersebut.

Periode masa siaga dimulai dari H-7 sampai dengan H+7 atau 18 Desember 2018 sampai dengan 07 Januari 2019.

“Kami terjunkan 477 petugas untuk menjaga keandalan pasokan listrik agar umat dapat melaksanakan perayaan natal dan tahun baru 2019 dengan khidmat,” jelas General Manager PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung, Abdul Mukhlis dalam kegiatan gelar pasukan yang diselenggarakan di Air Anyir.

Para petugas melakukan siaga di 13 titik posko antara lain posko UIW Babel, posko UP3 Bangka, posko UP3 Belitung, posko UPK Babel, posko ULP Pangkalpinang, Sungailiat, Muntok, oboali, Koba, Tanjung Pandan, Manggar, Merawang, dan Pilang.

Petugas siaga melakukan standby operasi, penormalan gangguan baik pada jaringan tegangan tinggi, tegangan menengah, maupun tegangan rendah, serta melakukan manuver jaringan apabila terjadi gangguan mendadak.

Sebanyak 44 titik tempat ibadah di Bangka Belitung mendapat prioritas suplai pasokan listrik dengan dibackup standby genset dan personil.

Titik-titik tersebut tersebar antara lain empat Gereja di Kabupaten Belitung, tujuh di Belitung Timur, enam di Pangkalpinang, lima di Sungailiat, empat di Muntok, 10 di Koba dan delapan di Toboali.

Berbagai peralatan juga disiagakan untuk menunjang kegiatan seperti 46 buah genset mobile mulai daya 2,2 kVA hingga 400 kVA, empat unit gardu bergerak mulai dari daya 200 hingga 630 kVA, kubikel bergerak dan kabel bergerak.

Sementara itu, untuk meminimalisir padam, pada sisi pembangkit telah dilakukan upaya preventif berupa pemeliharaan agar mesin beroperasi lebih optimal.

Dari sisi ketersediaan bahan bakar, pasokan BBM rata-rata cukup untuk 24 hari, sedangkan Batubara cukup untuk 40 hari.

Sementara, pada sisi transmisi, gardu induk dan distribusi PLN telah melakukan perambasan pohon dan pemeliharaan jaringan guna meminimalisir adanya gangguan. (adv)

Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved