Daftar Bank yang akan Merger di Tahun Depan, di Antaranya BTPN dan Danamon

Tahun 2019 akan menjadi tahun konsolidasi bagi perbankan di Tanah Air. Sebab, banyak investor asing yang tengah melakukan proses akuisisi dan merger

Daftar Bank yang akan Merger di Tahun Depan, di Antaranya BTPN dan Danamon
Shutterstock
Bank 

"Persetujuan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam merampungkan proses penggabungan usaha BTPN dengan SMBCI. Kami berterima kasih atas dukungan OJK terhadap proses aksi korporasi ini," tulis Direktur Utama BTPN Jerry Ng dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, Jumat (21/22).

Jerry menambahkan, nantinya bank hasil penggabungan akan beroperasi dengan nama PT Bank BTPN Tbk dan akan melayani segmen pasar yang lebih luas mulai dari mass market hingga korporasi.

BTPN juga menegaskan bahwa selama proses penggabungan usaha ini, pelayanan serta proses operasional bank tidak terganggu. "Kami yakin bahwa proses penggabungan yang kami lakukan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan semakin meningkatkan kepercayaan nasabah di masa mendatang," tuturnya.

Di lain pihak, President and CEO of SMBC Makoto Takashima mengatakan penggabungan usaha ini merupakan refleksi komitmen SMBC untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan bisnis nasabahnya di Indonesia. "Bank hasil penggabungan usaha dapat berkontribusi untuk menciptakan sektor keuangan yang kompetitif di Indonesia di tengah integrasi ekonomi di kawasan ASEAN," katanya.

Direktur Utama SMBCI Kazuhisa Miyagawa mengatakan, dengan bisnis perbankan korporasi SMBCI yang menyediakan berbagai solusi kepada badan usaha milik negara (BUMN), perusahaan multinasional, perusahaan swasta nasional terkemuka, dan perusahaan Jepang, bank hasil penggabungan dapat menjadi bank yang lebih universal dengan menyediakan produk dan layanan yang lebih luas bagi nasabah.

BTPN dan SMBC merupakan anak usaha dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC). SMBC merupakan pemegang saham pengendali di BTPN dan SMBCI dengan porsi kepemilikan saat ini di masing-masing bank adalah sebesar 40% dan 98,48%.

Sementara itu, mengenai merger antara Danamon dan MUFG ditargetkan proses akuisisi akan selesai pada periode Maret-April 2019. "Setelah itu selesai, mereka targetkan merger dengan BNP," tutur Heru.

OJK mengatakan pihaknya akan mendukung seluruh investor yang ingin mendorong pertumbuhan bank di Indonesia. Sebabnya, menurut Heru semakin besar kapasitas bank-bank di Indonesia maka kontribusinya terhadap ekonomi pun akan semakin banyak.

Ketika ditanyakan mengenai banyaknya bank asing yang mencaplok bank di Indonesia, Heru menyebut pihaknya tidak membatasi hal tersebut. Hanya saja, pihak regulator memang menginginkan investor lokal yang melakukan penguatan sektor perbankan.

"Tapi kalau Korea atau Jepang bawa duit banyak ke Indonesia kan bagus. Seperti BTPN dan SMBCI, itu berapa duit yang masuk ke Indonesia? besar sekali. Tentu itu akan bantu perekonomian," jelasnya.

Halaman
123
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved