Kuliner

Nasi Goreng dan Mie Goreng Paling Favorit, Warung Mak Anggun di Desa Payung

Keluarga ini, mulai ibu, ayah dan anak saling bahu membahu menjalankan usaha. Kiat berbisnis kuliner

Nasi Goreng dan Mie Goreng Paling Favorit, Warung Mak Anggun di Desa Payung
bangkapos/ferylaskari
Warung Mak Anggun dan suasana konsumen, Jum'at (21/12/2018) di Desa Payung Bangka Selatan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sederhana namun banyak penggemarnya. Berbekal ilmu, sebuah gerobak, seperangkat alat memasak dan ruko kontrakan, keluarga asal Kudus Jawa Tengah ini sukses mengais rejeki di tanah rantau, Payung Bangka Selatan.

Saban hari lokasi jajanan yang diberi nama Warung Mak Anggun ini didatangi konsumen.

Warung penjual nasi goreng, mie goreng, mie rebus, bihun dan pantiaw itu mulai buka sore hari hingga menjelang tengah malam.

Keluarga ini, mulai ibu, ayah dan anak saling bahu membahu menjalankan usaha.

Kiat berbisnis kuliner bagi mereka cuma satu, optimis atau percaya diri.

Mengenai sajian masakan yang dijual, tentu saja kuncinya harus nikmat dan higienis. 

"Kuncinya harus enak, nikmat, dan tentu saja kebersihannya terjaga (higienis)," kata Mbak Yati (50) atau biasa disapa Mak Anggun ditemui Bangka Pos, Jumat (22/12/2018) malam di warung mereka di Perempatan Pasar Desa Payung Kecamatan Payung Bangka Selatan.

Diakui Mbak Yati, ada berbagai menu makanan yang mereka jual. Namun menu yang paling banyak diminati konsumen adalah nasi goreng dan mie goreng.

"Yang paling banyak dipesan nasi goreng dan mie goreng. Untuk nasi goreng biasanya kita masak beras 10 kg. Tapi pada saat sedang ada pasar malam atau hari libur, kita masak berasnya bisa sampai 20 Kg sehari," kata ibu dua anak itu seraya mengaku mulai bergelut bisnis nasi goreng sejak 12 tahun silam. 

Sarbini (53), suami Mbak Yati, yang juga berprofesi sebagai juru masak, Jumat (21/12/2018) malam, menyebut masakan yang diolah di warung mereka menggunakan bumbu atau rempah-rempah yang biasa digunakan pedagang lainnya.

"Bumbunya sederhana, bawang merah bawang putih, garam, kemiri, serai, kecap dan penyedap  lainnya. Kita tambahkan sayuran, ondel (pentolan) baso, kerupuk kemplang, racikan daging ayam atau hati ayam di dalamnya, tergantung pesanan," tambah Sarbini alias Pak Anggun.

Sedangkan mengenai harga makanan yang mereka jual, relatif terjangkau oleh pembeli.

"Nasi goreng atau mie goreng perporsi Rp 10.000. Tapi kalau pelanggan minta ondel basonya diperbanyak, kemudian pake telor ceplok atau dadar dan hati ayam, maka harga kita patok lebih tinggi, Rp 15.000 perporsi," tambah Anggun, anak pasangan Sarbini-Yati ditemui pada kesempatan yang sama.(Bangkapos/ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved