10.373 KK di Kabupaten Bangka Dapat Bansos BPNT

Bansos BPNT ini bertujuan mengurangi beban pengeluaran Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan

10.373 KK di Kabupaten Bangka Dapat Bansos BPNT
bangkapos/nurhayati
Bupati Bangka Mulkan saat menyaksikan penandatangan kerjasama dengan Forum RT se Kabupaten Bangka pelaksanaan penyaluran Bansos BPNT oleh BRI tahun 2018 di Kabupaten Bangka, Rabu (26/12/2018) di Ruang Rapat Bina Praja Kantor Bupati Bangka. 

BANGKAPOS.COM -- Bupati Bangka Mulkan, mengatakan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat miskin pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia meluncurkan program bantuan sosial pangan yang terdiri dari Beras Sejahtera (Rastra) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Menurutnya, untuk Kabupaten Bangka sampai bulan Oktober 2018 masih mendapatkan Bansos Rastra dimana setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan 10 kilogram beras. Namun pada bulan November hingga Desember 2018 ini sudah bertransformasi ke BPNT.

Jadi setiap KPM mendapatkan kartu Keluarga Sejahtera (KKS) berupa kartu combo yang di dalam kartu tersebut ada uang sejumlah Rp 110.000 untuk membeli beras dan telur di e-warung terdekat

"Untuk BPNT di Kabupaten Bangka telah ada 11 e-warung untuk delapan kecamatan dan telah melaksanakan pengambilan beras dan telur oleh KPM dari bulan November dan Desember 2018," jelas Mulkan saat membuka musyawarah bersama perwakilan ketua RT se-Kabupaten Bangka tentang pelaksanaan penyaluran Bansos BPNT oleh BRI tahun 2018 di Kabupaten Bangka, Rabu (26/12/2018) di Ruang Rapat Bina Praja Kantor Bupati Bangka.

Ia menjelaskan, Bansos BPNT ini bertujuan mengurangi beban pengeluaran Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan memberikan gizi yang lebih seimbang kepada KPM.

Selain itu juga untuk meningkatkan ketepatan sasaran dan waktu penerima bantuan pangan bagi KPM, serta memberikan pilihan dan kendali kepada KPM dalam memenuhi kebutuhan pangan dan mendorong pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan

Menurutnya, manfaat adanya Bansos BPNT tersebut, untuk meningkatkan ketahanan pangan di tingkat KPM sekaligus sebagai mekanisme perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan, meningkatkan efisiensi penyaluran bantuan sosial meningkatkan transaksi non tunai dalam agenda Gerakan Non Tunai (GNT), meningkatnya efisiensi dan efektivitas penyaluran bantuan sosial, serta meningkatnya pertumbuhan ekonomi di daerah terutama usaha mikro dan kecil di bidang perdagangan

Di Kabupaten Bangka, jumlah KPM untuk BPNT tahun 2018 kuota dari Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 5.079 dan non PKH sebanyak 5.294 dengan total 10.373 yang terdiri dari jumlah penerimaan manfaat terbagi di delapan kecamatan.

Rincian tersebut untuk Kecamatan Sungailiat sebanyak 1.655 KK, Riausilip 1.125 KK, Puding Besar 1. 284, Pemali 547 KK, Merawang 846 KK, Mendobarat 2.385 KK Belinyu 1.494 KK dan Bakam 989 KK

"Penerima manfaat Bansos BPNT adalah keluarga dengan kondisi sosial ekonomi 25 persen terendah di daerah pelaksanaan penerima Bansos BPNT yang nama dan alamatnya termasuk di dalam daftar KPM dan ditetapkan oleh menteri sosial," tegas Mulkan.

Data tersebut sesuai sumber data KPM bansos pangan adalah data terpadu program penanganan fakir miskin yang merupakan hasil pemutakhiran basis data terpadu PDT di tahun 2015.

"Data KPM ini setiap bulan bisa berubah berdasarkan kondisi di lapangan saat ini yaitu dengan aplikasi sistem informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SISKS-NG) dimana operator desa kelurahan bisa mengganti KPM dengan KPM lain yang lebih layak sebagai penerima manfaat tetapi harus masuk data BDT (Basis Data Terpadu)," jelas Mulkan.

Pimpinan Cabang BRI Sungailiat Ahmad Muflihin, menilai bahwa kerjasama BRI dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka untuk penyaluran, penertiban kartu KKS dan pelaksanaan bansos BPNT di 11 e-warung sebagai tempat pembelanjaan KPM di delapan kecamatan di Kabupaten Bangka sudah terjalin dengan baik.

"Perwakilan beberapa forum RT hadir di sini karena seluruh pihak terkait perlu kami libatkan, memang sampai saat ini masih 1.843 kartu yang belum terdistribusikan, belum berbelanja sehingga ini perlu peran aktif bukan hanya dari pemerintah tetapi juga dari seluruh pihak terkait khususnya dari forum RT se Kabupaten Bangka," ungkap Ahmad Muflihin (BANGKAPOS.COM/NURHAYATI)

Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved