Lalat Serang Desa, Warga Demo Peternakan Ayam Dekat Pemukiman

Banyaknya lalat yang menyerang rumah warga di Desa Penyamun, Bangka beberapa waktu lalu, membuat warga mengelar aksi unjuk rasa di peternakan ayam

Lalat Serang Desa, Warga Demo Peternakan Ayam Dekat Pemukiman
Istimewa Satpol PP Bangka
Satpol PP Bangka mengentikan operasi peternakan ayam, menyusul aksi penolakan warga yang beramai-ramai demo di peternakan ayam Desa Penyamun Kecamatan Pemali Bangka. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Banyaknya lalat yang menyerang rumah warga di Desa Penyamun Kecamatan Pemali Bangka beberapa waktu lalu, membuat warga mengelar aksi unjuk rasa di peternakan ayam yang diduga sebagai sumbernya.

Kabid perundang-undangan, Achmad Suherman mewakili Kepala Satpol PP Kabupaten Bangka, Dalyan Amrie kepada bangkapos.com, Kamis (27/12/2018) mengakui adanya aksi unjuk rasa para warga tersebut

"Kesimpulannya peternakan ayam tersebut ditutup," ujarnya.

Alasan penutupan itu, lanjut Suherman cukup kompleks. Yang pertama diduga keberadaan kandang ayam peternakan tersebut berada sangat dekat dengan pemukiman.

Kotoran ayam menimbulkan lalat yang kemudian menyerang pemukiman sehingga meresahkan.

"Alasan harus ditutup karena ijin tidak ada dan meresahkan masyarakat sejak Tahun 2015," katanya.

Sementara itu puluhan warga yang datang ke kandang ayam Peternakan Desa Penyamun, Rabu (26/12/2017) kemarin sempat menggelar aksi demo minta pemilik peternakan menghentikan operasi.

Warga bahkan nyaris merobohkan kandang ayam, namun berhasil dicegah oleh pihak keamanan.

SDR alias AD, pemilik peternakan di hadapan warga sempat membantah tuduhan yang menyebutkan kandang ayamnya menjadi sumber lalat.

Sebab berbagai upaya penanganan sudah ia lakukan, agar lalat tidak merajalela. Ia juga memastikan, kondisi itu bisa diatasi.

Namun sayang, warga tetap menolak penjelasan pemilik peternakan dan tetap minta peternakan ini ditutup.

"Ada dua peternakan di Penyamun ini. Kita hentikan semuanya. Dan kami pantau terus. Kami berharap masyarakat jangan anarkis. Kita selesaikan dulu, percayakan kepada aparatur pemerintah. Jangan main hakim sendiri," kata Suherman.

Yang jelas Pol PP Bangka sudah menyampaikan surat penghentian operasi peternakan kepada pemilik peternakan yang dimaksud. Sebab diduga peternakan ayam ini menjadi peyenbab banyaknya lalat di Desa Peyamun, terlebih ketika musim hujan.

"Sehingga warga resah, apalag peternakan ini tidak mengantongi ijin," tegas Suherman.(bangkapos.com/ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved