Ini Penyebab Rencana Proyek Pembangunan Water Front City di Pangkalpinang Gagal

Pembangunan Water Front City di Kawasan Pantai Pasir Padi Kota Pangkalpinang terancam batal

Ini Penyebab Rencana Proyek Pembangunan Water Front City di Pangkalpinang Gagal
Bangka Pos / Edwardi
Rapat Pansus 6 DPRD Kota Pangkalpinang bersama OPD terkait di ruang rapat pansus 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Rencana Pemkot Pangkalpinang untuk membangun kota dengan konsep Water Front City di kawasan Pantai Pasir Padi yang sudah dicetuskan saat Walikota Zulkarnain Karim saat ini terancam batal.

Pasalnya saat ini terjadi perubahan regulasi di pemerintah pusat, bahwa kawasan pantai sudah menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Hal ini diungkapkan Muhammad Rusdi, Ketua Pansus 6 kepada Bangkapos.com, Jumat (29/12/2018) di kantornya.

"Pemikiran konsep Kota Water Front City ini merupakan proyek reklamasi Pantai Pasir Padi itu sudah didelete (dihapus, red), tetapi pansus 6 sebenarnya tidak mengharapkan kalau rencana itu dihapus, sebaiknya ada harmonisasi dengan RTRW Provinsi Babel," harapnya.

Ditambahkannya, konsep Kota Water Front City itu kota di pinggir perairan secara umumnya, jangan sampai nanti timbul konotasi yang sempit bahwa Water Front City itu hanya masalah reklamasi Pantai Pasir Padi saja, sebenarnya tidak demikian.

"Sebenarnya bagaimana kita mendayagunakan nilai ekonomis terhadap kolong-kolong yang sudah ada, terhadap sungai-sungai yang ada nah ini menjadi pemanfaatan dalam rangka kita untuk mengkaitkan nilai lebih bagi Kota Pangkalpinang," jelasnya.

Dilanjutkannya, pansus 6 juga akan menjawab mengenai masalah hutan kota yang belum terselesaikan saat ini.

"Begitu juga soal.lahan aset Pemkot Pangkalpinang yang sudah disiapkan untuk lahan TPU (Tempat Pemakaman Umum) ini juga menjadi kajian kami bahwa masalah ini harus terjawab," tukasnya.

Diakuinya, memang ada isu strategis dimana ada pro dan kontra masyarakat soal rencana pembuatan TPU ini.

"Masalah-masalah strategis yang dihadapi Kita Pangkalpinang ke depan ini harus segera terjawab dan ada solusinya, mudah-mudahan dengan adanya revisi atau PK RTRW Kota Pangkalpinang semua isu strategis ini bisa terjawab," harapnya.(BANGKAPOS.COM/EDWARDI).

Penulis: edwardi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved