Molen Angkat Bicara Soal Temuan Sampel Makanan Berformalin di Pasirpadi dan ATM Pangkalpinang

Wali Kota Pangkalpinanang Maulan Aklil angkat bicara soal temuan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kelas I Palembang

Molen Angkat Bicara Soal Temuan Sampel Makanan Berformalin di Pasirpadi dan ATM Pangkalpinang
BANGKA POS/ DEDY QURNIAWAN
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Molen Angkat Bicara Soal Temuan Sampel Makanan Berformalin di Pasirpadi dan ATM Pangkalpinang

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Wali Kota Pangkalpinanang Maulan Aklil (Molen) angkat bicara soal temuan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Palembang terhadap sampel makanan mengandung formalin di kawasan Pasirpadi dan Alun-alun Taman Merdeka (ATM) Pangkalpinang. Dia menyayangkan adanya temuan tersebut karena kontraproduktif dengan upaya menjadikan Pangkalpinang Kota Beribu Senyuman yang berorientasi sebagai kota jasa, pariwisata, dan perdagangan.

Molen bilang, temuan itu akan ditindaklanjuti Pemkot Pangkalpinang untuk dibenahi.
"Kalau pariwisata, artinya ya harus nyaman, aman, harus enak, harus asri. Ini harus kita ciptakan. Dengan kondisi seperti ini, kami harus lebih gencar lagi. Kalau perlu sidak dan segala macam, saya tidak mau ada hal seperti ini lagi di Pangkalpinang," tutur Molen seusai menghadiri acara sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di halaman Kantor Camat Gerunggang, Jumat (28/12/2018).

Dia setuju jika setiap usaha penjualan makanan di Pangkalpinang perlu dilabeli dengan tanda khusus bahwa produk mereka aman dan bersih untuk dikonsumsi. Tetapi, menurut dia, yang paling penting adalah masyarakat perlu diberikan pemahaman dan kesadaran akan bahaya melakukan praktik-praktik terlarang seperti ini.

"Masyarakat perlu diberi kesadaran, diberi pengetahuan, bahwa ini sangat tidak baik. Pertama ombas jangka panjang bagi yang mengonsumsi, imbas kepada seluruh masyarakat Pangkalpinang, image-nya yang tadinya aman, tenteram, damai, ini akan menjadi stigam negatif. Karena itu kesadaran semua lini, ayo kesadaran, bahwa Pangkalpinang sudah berbenah, sudah berbeda. Pangkalpinang harus punya maruwah, Pangkalpinang adalah kota pariwisata, orang datang harus nyaman, tenang, aman, tertib," tutur Molen.

Sebelumnya diberitakan, surat ber-kop Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Palembang beredar di masyarakat Pangkalpinang melalui grup-grup Whats App. Isinya adalah laporan hasil pemeriksaan sampel makanan dan air kegiatan pemeriksaan kesehatan pada situasi khusus dan bencana berpotensi KLB/wabah dan SKD di Kota Pangkalpinang pada 10-13 Desember 2018.

Di dalam laporan tersebut, ada 25 sampel makanan yang diambil dari sejumlah tempat usaha di Pasirpadi dan Alun-alun Taman Merdeka (ATM) Pangkalpinang. Masih berdasarkan surat yang beredar itu, enam dari 25 sampel kemudian dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat karena positif mengandung formalin.

Temuan itu terdapat pada Otak-otak, mie kuning, dan tahu bakso.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Kelurga Berencana (Dinkes PPKB) Pangkalpinang Suprihatin mengonfirmasi kebenaran dokumen hasil pemeriksaan yang beredar tersebut.

"Jadi ini terkait program penanganan pencegahan potensi wabah pada situasi khusus. Misalnya dalam menghadapi natal, tahun baru. Ini dianggap situasi khusus oleh mereka," kata Suprihatin dikonfirmasi Bangka Pos, Kamis (27/12) kemarin.

Dinkes PPKB Pangkalpinang menyatakan akan melakukan pembinaan dan penelusuran terhadap temuan ini. (BANGKAPOS.COM / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved