Bersama Molen MUI Babel Bicarakan Soal Panti Pijat hingga Kampung Halal

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar pertemuan dengan Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen

Bersama Molen MUI Babel Bicarakan Soal Panti Pijat hingga Kampung Halal
(BANGKA POS/ DEDY QURNIAWAN)
Ketua MUI Babel Zayadi Hamzah 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar pertemuan dengan Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) di ruang kerja Molen, Rabu (2/1/2019).

Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu membahas berbagai persoalan kemasyarakat yang berkembang dan meresahkan di tengah masyarakat Pangkalpinang mulai dari keberadaan panti pijat hingga rencana membuat kampung halal.

Ketua MUI Bangka Belitung Zayadi Hamzah menuturkan, satu di antara yang disampaikan pihaknya adalah soal keberadaan panti pijat di Pangkalpinang.

"Yang meresahkan masyarakat itu termasuk keberadaan pijat urut. Ternyata Pak Wali sudah punya program dan rencana sendiri menyikapi ini. Februari ini sudah akan dieksekusi. Kami hanya menyampaikan aspirasi masyarakat terkait ini," ujar Zayadi seusai pertemuan tersebut.

Dia mengatakan, pihaknya juga membicarakan rencana MUI untuk membuat perkampungan halal. Menurut dia, Molen mengapresiasi rencana ini.

Kampung halal yang berupa pusat kuliner ini diproyeksikan akan didirikan di kawasan rumah toko (Ruko) milik Pemkot Pangkalpinang. Sebelumnya kawasan ruko ini memang pernah diberitakan karena disewakan untuk usaha panti pijat dan dijadikan praktik prostitusi terselubung.

"Karena ada beberapa ruko milik Pemkot, mungkin di situ akan dijadkan pusat kampung halal. Untuk tahun berikutnya, akan dianggarkan untuk sertifikasi halal bagi UMKM. Karena di Pangkalpinang justru baru sedikit yang mendapatkan sertifikat halal. Hotel pun belum ada kita," tutur dia.

Dibicarakan pula soal Pangkalpinang sebagai tuan rumah Kongres Umat Islam pada 2019 ini. Kegiatan ini adalah kegiatan MUI pusat dalam lima tahun sekali.

"Ini akan diadakan di Bangka Belitung, di Pangkalpinang, pada tahun ini. Insya Allah pada bulan Oktober dan November. Jadi akan mengundang perwakilan se-Indonesia. Diperkirakan 2000 orang akan berkumpul di sini," tutur Zayadi

Isu lain yang juga dibahas adalah soal polemik patung di Sungailiat yang dinilai berpotensi memicu konflik. (BANGKAPOS.COM / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved