Pengumuman CPNS -- Pelamar CPNS Asal Pangkalpinang Hampir Lulus Lalu Batal Gegara Akreditasi Kampus

Pengumuman CPNS -- Pelamar CPNS Asal Pangkalpinang Hampir Lulus Lalu Batal Gegara Akreditasi Kampus

Pengumuman CPNS -- Pelamar CPNS Asal Pangkalpinang Hampir Lulus Lalu Batal Gegara Akreditasi Kampus
TRIBUN JABAR /GANI KURNIAWAN
Sejumlah peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 melakukan registrasi ulang sebelum mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di Sport Jabar Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Jumat (26/10/2018). Pelaksanaan seleksi CPNS hari pertama di tempat ini yang sedianya dimulai pukul 09.30 WIB molor beberapa jam, akibat jaringan komputer bermasalah. Seleksi CPNS 2018 di Jawa Barat diikuti sebanyak 65 ribu peserta yang penyelenggaraan tersebar di lima kabupaten/kota di Jawa Barat 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kelulusan satu CPNS Pemerintah Kota Pangkalpinang rerkutmen tahun 2018 atas nama Giovanni Deo Justicia dibatalkan karena terkait persyaratan akreditasi perguruan tinggi.

Informasi ini ditayangkan di websites Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pangkalpinang dengan nomor pengumuman 810/389/BKPSDMD/XII/2018.

Kepala BKPSDM Pangkalpinang Agung Yubi Utama menjelaskan, pembatalan itu terjadi pada penerimaan CPNS untuk kategori cumlaude.

Disebutkan, satu peserta mengadukan dan mempertanyakan persyaratan adminsitrasi akreditasi perguruan tinggi yang bersangkutan ke Ombudsman Babel.

"Cumlaude itukan persyaratannya saat lulus, akreditasi perguruan tinggi yang bersangkutan harus A, rupanya akreditasi yang bersangkutan saat lulus itu B," kata Agung saat dikonfirmasi Bangka Pos, Rabu (2/1/2019).

Hasil itu didapatkan setelah di-crosscheck ke Kemenristek dan Dikti.

Akreditasi A dinyatakan baru diperoleh perguruan tinggi tempat bersangkutan kuliah setelah dua bulan kelulusan.

"Jadi ada kesalalan di persyaratan yang bersangkutan ajukan. Kami juga sudah ke Jakarta di akhir Desember dan berdiskusi untuk mengubah hal ini.

Yang bersangkutan juga kami sudah hubungi dan mengakui ada kesalahan itu, bahayanya kalau kami blacklist, yang bersangkutan tidak bisa ikut CPNS yang akan datang," beber Agung.

Posisi peserta yang awalnya berada di peringkat teratas ini kemudian digantikan oleh peserta di peringkat kedua. "Jadi berdasarkan laporan Ombudsman itu, ini sudah kami tindaklanjuti. Dan memang benar laporan itu," ucap Agung. 

Halaman
123
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved