Molen Usulkan Pembenahan Basement Ramayana di APBD 2019 Perubahan

Molen mengatakan, saat ini para pedagang menyetorkan pendapatan daerah berupa retribusi Rp 1,1 miliar pada 2018

Molen Usulkan Pembenahan Basement Ramayana di APBD 2019 Perubahan
BANGKA POS/DEDY QURNIAWAN
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) menyatakan, pembenahan sarana prasaran untuk pedagang Basement Ramayana Pangkalpinang akan diusulkan pada APBD 2019 perubahan atau APBD 2020 mendatang. Ini ia sampaikan setelah menerima sekitar 10 pedagang dan anggota koperasi Basement Ramayana di ruang kerjanya, Kamis (3/1/2019) siang.

"Kami akan berupaya membantu sarana dan prasarana, menyamankan dan mengindahkan basement Ramayana karena kasihan mereka, mana kondisi (ekonomi) sedang sulit, tempat tidak nyaman, persaingan semakin kencang, mati dong periuk nasi mereka, kami akan kejar (diusulkan) di APBD Perubahan, kalau tidak terkejar, kami usahakan di APBD 2020," beber Molen seusai menerima para pedagang.

Molen mengatakan, saat ini para pedagang menyetorkan pendapatan daerah berupa retribusi Rp 1,1 miliar pada 2018. Retribusi ini juga yang menjadi alasan Pemkot Pangkalpinang bersedia membenahi kawasan Basement.

"Dan mereka janji, kalau kita benahi dengan anggaran Rp 200 juta untuk rehab, mereka sanggup Rp 2 miliar. Artinya perlu pengelolaan yang baik. Di sana juga ada parkirnya loh, tetapi selama ini tidak dikelola dengan baik," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, sekitar 10 pedagang dan koperasi pengelola pasar Basement Ramayana Pangkalpinang bertemu Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) di ruang kerjanya, Kamis (3/1/2019) siang tadi. Mereka menyampaikan sejumlah aspirasi mengenai kondisi Basement dan meminta pemerintah melakukan pembenahan.

Koordinator Pedagang Basement Khaidir mengatakan, pihaknya meminta Basement ditata. "Artinya perlu penataan dan pemeliharaan," kata Khadir seusai pertemuan itu.

Dia mengatakan, sejak 2002 hingga sekarang, kawasan Basement belum pernah dilakukan pemeliharaan dan penataan kembali. Sementara kontribusi retribusi yang mereka berikan kepada Pemkot Pangkalpinang untuk tahun ini saja mencapai Rp 1 miliar lebih.

Tetapi, kondisi Basement saat ini tak mencerminkan adanya timbal balik dari Pemkot ke pedagang.

"Kami juga perlu pengamanan kayak CCTV, ke depan kami berharap basement ini tertata rapi. Jangan sampai kalah bersaing dengan yang lain. Lantainya harus diperbaiki, setiap hari mulai harus disapu, jadi nyaman, bersih," tutur Khaidir.

Para pedagang juga meminta saluran drainase diperbaiki. Pun demikian dengan instalasi listrik hingga penambahan fasilitas masjid di kawasan pasar.

Saat ini ada 300 sampai 400 pedagang di Basement Ramayanana. Selama ini, kata Khaidir, para pedagang memperbaiki kondisi basement dengan gotong royong.

"Selama ini kami perbaiki sendiri, gotong royong, yang ngeluhkan pedagang, kok banjir," ucapnya. (BANGKAPOPOS.COM / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved