Pasar Buah dan Pasar Daging Ayam Pangkalpinang Terbengkalai

Menurutnya, ke depan pasar buah ini akan dijadikan apa tergantung pejabat yang berwenang yang memiliki kebijakan soal ini.

Pasar Buah dan Pasar Daging Ayam Pangkalpinang Terbengkalai
Bangkapos/Edwardi
Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Achmad Subari dan Kepala UPT Pasar Kota Pangkalpinang meninjau los pasar buah 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pasar Buah dan Pasar Daging Ayam yang berada di kawasan pasar ikan Kota Pangkalpinang sudah beberapa tahun terakhir ini sejak dibangun sampai sekarang ini tidak ditempati pedagang, padahal kondisi bangunan kedua pasar ini cukup bagus.

Namun kondisi di lapangan para pedagang buah dan daging ayam saat ini lebih memilih membuat lapak sendiri berjualan di median dan pinggir jalan kawasan pasar ikan Kota Pangkalpinang.

Kepala UPT Pasar Kota Pangkalpinang, Fauzi mengatakan los pasar buah dibangun pada tahun 2013 dan pasar daging ayam dibangun tahun 2015 yang lalu.

"Kita sangat menyambut kedatangan Ketua DPRD Kota Pangkalpinang pak Acu datang melihat langsung dan mengetahui kondisi pasar ini, apa saja kekurangan dan kendala-kendala yang dihadapi UPT Pasar," kata Fauzi saat mendampingi Ketua DPRD Kota Pangkalpinang meninjau kondisi pasar, Kamis (03/01/2018).

Ditambahkannya, tujuan kedua ingin mengajak DPRD bagaimana agar bisa meningkatkan PAD Kota Pangkalpinang dari sektor pengelolaan pasar ini.

"Kita juga prihatin melihat kondisi pasar buah dan pasar daging ayam yang terbengkalai tidak ada pedagang yang berjualan disana, kita berharap DPRD bisa membantu bagaimana menangani masalah pasar ini biar lebih rapi, tertata, bersih dan maju lagi ke depannya," ujarnya.

Diakuinya dalam mengurus dan melayani masyarakat pedagang pasar ini harus secara pelan-pelan dalam membina dan membujuknya, tidak bisa sekaligus langsung ditertibkan namun harus lebih dulu melakukan pendekatan dengan pedagang.

"Kalau kita langsung paksakan kehendak pemerintah tidak mungkin harus pelan-pelan karena mereka berdagang untuk cari makan, cari nafkah. Kalau kita ego dan memaksakan mereka masuk berdagang di tempat yang sepi pembeli kasian juga dengan mereka," jelasnya.

Dilanjutkannya, karena saat ini ada program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) maka sudah dibuat jalan inspeksi atau jalan alternatif yang sudah bagus untuk masuk ke lokasi pasar daging ayam, kalau dulu kondisinya kumuh sekarang jalannya sudah bagus.

"Untuk pasar buah sepi pedagang karena buah ini harus dijual di tempat yang lebih steril, sedangkan saat ini pasar buah berdekatan dengan pasar daging sapi dan ikan sehingga tidak steril," jelasnya.

Menurutnya, ke depan pasar buah ini akan dijadikan apa tergantung pejabat yang berwenang yang memiliki kebijakan soal ini.

"Kalau saya ini hanya orang yang tahu kondisi di lapangan, kalau saya boleh usul pasar buah itu direhab dan lebih cocok dijadikan pasar sayuran, bumbu dapur," ungkapnya.

Sementara Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Achmad Subari menilai kondisi pasar saat ini sudah agak mendingan bagus.

"Kita berterima kasih kepada pak Kepala UPT Pasar dan staf-stafnya bisa memberdayakan dari pedagang untuk pedagang, jadi pemerintah melalui UPT Pasar tinggal mengatur saja supaya lebih baik," kata Acu, sapaan akrabnya.

Ditambahkannya, beberapa wacana yang diusulkan kepala UPT Pasar untuk merehab pasar buah yang terbengkalai agar bisa dimanfaatkan menjadi pasar sayuran dan bumbu dapur akan diupayakan untuk direnovasi supaya bisa bermanfaat bagi pedagang sayuran atau lainnya silahkan nanti diatur melalui UPT Pasar. (BANGKAPOS.COM/EDWARDI)

Penulis: edwardi
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved