Selamatkan Sriwijaya FC, Mantan Pengelola Klub Tempuh Cara Ini

Komisaris Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Muddai Madang selaku pengelola Sriwijaya FC sudah tak sanggup menangani Sriwijaya FC

Selamatkan Sriwijaya FC, Mantan Pengelola Klub Tempuh Cara Ini
TRIBUNSUMSEL.COM/ABRIANSYAH LIBERTO
LUAPKAN KEGEMBIRAAN - Para pemain Sriwijaya FC meluapkan kegembiraan usai mencetak gol saat bertemu dengan Mitra Kukar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Jumat (30/11/2018) lalu. 

BANGKAPOS.COM -- Komisaris Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Muddai Madang selaku pengelola Sriwijaya FC sudah tak sanggup menangani Sriwijaya FC. Muddai Madang mengklaim sebagai pemilik saham mayoritas PT SOM sebesar 88 persen, Ia berniat untuk menjual Sriwijaya FC ke investor yang baru.

Di tengah kemelut soal saham Sriwijaya FC dan kemungkinan Sriwijaya FC terancam akan dijual di luar, dijawab oleh mantan Direktur Teknik Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin. Melalui akun Facebook miliknya, ia memposting sebuah capture dari Instagram (IG), yang berisikan tulisan.

"Muddai madang mengakui punya saham 85 persen dg harga 4.5 M. Kalau dia mau kasih saya akan saya beli kembali 4.5 M tanpa diskon an. Silahkan orangnya hubungi saya. Setelah saya dapatkan saham itu, saya tetap akan kasih saham ke pemprov 40 persen saya 60 persen saja." "Karna kita tak ingin SFC pindah dari Bumi Sriwijaya...saatnya mudai ambil tindakan tegas, ni ada orang yang akan kembalikan sahamnya." tulis postingan Hendri Zainuddin di akun facebooknya. Sebelumnya, Komisaris Utama sekaligus Direktur Utama PT Sriwjjaya Optimis Mandiri (SOM) Muddai Madang sudah tidak sanggup lagi menangani klub Sriwijaya FC.

LUAPKAN KEGEMBIRAAN - Para pemain Sriwijaya FC meluapkan kegembiraan usai mencetak gol saat bertemu dengan Mitra Kukar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Jumat (30/11/2018) lalu.
LUAPKAN KEGEMBIRAAN - Para pemain Sriwijaya FC meluapkan kegembiraan usai mencetak gol saat bertemu dengan Mitra Kukar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Jumat (30/11/2018) lalu. (TRIBUNSUMSEL.COM/ABRIANSYAH LIBERTO)

Muddai yang sudah menjadi Komisaris Utama PT SOM sejak 2008 ini secara blak-blakan mengatakan selama ini hanya berada di balik layar dengan posisi sebagai pemilik saham mayoritas 88 persen. Seiring berjalan waktu, pengelolaan Sriwijaya FC diserahkan ke Presiden Klub Dodi Reza Alex dan direksi PT SOM.

Lantaran terjadi persoalan finansial yang cukup pelik di pertengahan 2018, tepatnya -- Bulan Juni membuat Wakil Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) -- terpaksa turun tangan. Apalagi Dodi Reza melepaskan jabatan sebagai presiden klub sejak menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin (Muba).

Untuk menjaga eksistensi tim, Muddai memutuskan untuk turun langsung dengan menanggulangi persoalan keterlambatan pembayaran gaji hingga memastikan adanya dana untuk keberangkatan tim melakoni laga away.

"Itulah saya gencar sekali mencari investor ketika itu, tapi karena situasi gaduh terus dan di bawah ke arah politik membuat investor mundur." "Tapi saya tetap berupaya menjaga eksistensi SFC meski akhirnya saya juga terpukul karena tim ini juga terdegrasi. Untuk ini, saya juga meminta maaf ke pencinta SFC," katanya saat Press Conference yang digelar di Inna Daira Hotel Palembang, Kamis (20/12/2018) Ia menjelaskan bahwa klub

Sriwijaya FC adalah klub sepakbola profesional, yang kepemilikannya terbuka dan boleh siapa saja memilikinya. Sampai saat ini lanjutnya Sriwijaya FC baru dimiliki oleh beberapa orang melalui PT SOM.

Ia mengaku sempat mendengar bahwa Pemprov Sumsel menginginkan punya saham mayoritas di PT SOM, Muddai merasa senang. Jika memang Pemprov Sumsel melalui BUMD akan membeli saham PT SOM, lanjut Muddai tentu pihaknya sangat terbuka dan berterima kasih.

Muddai berharap akan ada calon pembeli saham untuk memajukan SFC ke depan, terutama pengusaha dari Sumsel. Namun dari Sumsel tidak ada, maka bukan tidak mungkin akan dijual ke luar.(babel news/tribun sumsel)

Editor: emil
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved