Harga BBM Non Subdisi Turun, Pendapatan Asli Daerah dari Pajak PBBKB Bisa Turun

Penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang mulai berlaku Sabtu (5/1/2019) juga berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Harga BBM Non Subdisi Turun, Pendapatan Asli Daerah dari Pajak PBBKB Bisa Turun
Tribun Jabar
Petugas melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) pertalite ke sepeda motor di SPBU 3440236, Jalan Laswi, Kota Bandung. 

BANGKAPOS.COM - Penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang mulai berlaku Sabtu (5/1/2019) juga berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pendapatan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ferry Afriyanto mengatakan dampaknya tidak terjadi secara signifikan.

"Dampaknya tetap ada, tapi tidak signifikan menpengaruhi  PAD dari Pajak Bahan Bakar. Yang cukup signifikan mempengaruhi pendapatan dari PBBKB adalah jumlah pemakaiannya," kata Ferry melalui pesan WhatsApp, Sabtu (5/1/2019).

Ferry menyebutkan, jika penggunaan BBM non subsidi tetap tinggi dan volumenya terus meningkat, maka bisa saja PAD dari PBBKB justru meningkat.

"Kalau pemakaian BBM tetap tinggi sesuai bertambahnya jumlah kendaraan, PAD kita tidak turun," katanya.

Follow IG Bangka Pos!

Dikutip dari kompas.com PT Pertamina Persero mulai menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax, Pertalite, hingga Dex. Harga BBM nonsubsidi diturunkan sebagai bentuk penyesuaian harga rata-rata minyak mentah dunia yang turun dan penguatan rupiah terhadap dollar AS.

Harga baru tersebut mulao berlaku pada Sabtu (5/1/2019) pukul 00.00 waktu setempat.

Adapun besaran penurunan harga tersebut adalah Pertalite turun Rp 150 per liter, Pertamax turun Rp 200 per liter, Pertamax Turbo turun Rp 250 per liter, Dexlite turun sebesar Rp 200 per liter, dan Dex turun Rp 100 per liter.

Untuk harga BBM nonsubsidi di wilayah Bangka Belitung: Pertalite Rp 7.850, Pertamax Rp 10.400, Pertamax Turbo Rp 10.500, Dexlite Rp 12.000 dan Dex Solar Rp 9.800.

Harga baru yang berlaku di beberapa daerah bisa berbeda-beda karena dipengaruhi oleh perbedaan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing daerah. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Subscribe Youtube Bangka Pos!

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved