3 Event Pariwisata Babel Masuk Kalender Event Nasional

Tiga event pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masuk dalam kalender event pariwisata nasional tahun 2019 ini

3 Event Pariwisata Babel Masuk Kalender Event Nasional
Bangkapos/Riki Pratama
Peserta Fashion Carnival pada acara Toboali City On Fire, yang dilaksanakan Pemkab Basel di tahun 2016 lalu 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tiga event pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masuk dalam kalender event pariwisata nasional tahun 2019 ini. Event-event akan dibantu langsung kementerian pariwisata.

Adapun tiga event yang masuk kalender event nasional yakni Culture Wave Tongaci di Kabupaten Bangka, Festival Tanjung Klayang di Kabupaten Belitung, dan Toboali City On Fire IV di Kabupaten Bangka Selatan. 

Kendati sudah masuk dalam kalender event nasional, namun kegiatan sepenuhnya dilaksanakan dan dirancang oleh pemerintah daerah.

Ada beberapa keuntungan ketika event-event daerah dimasukkan dalam kalender event nasional, dari sisi promosi akan lebih luas dan dibantu dalam pembiyaan untuk penyelenggaraan.

"Keuntungan masuk kalender event nasional suppporting anggaran dan promosi dari Kemenpar, mulai dari launching sampai publikasi. Daerah hanya menyiapkan kegiatan dan pelaksanaan," kata Kepala Bidang Promosi Wisata, Dinas Pariwisata Babel, Ari Primajaya akhir pekan lalu.

Selain event yang masuk kalender event nasional, di Babel juga akan digelar beberapa event internasional seperti Babel Run, Triathlon, Trail Run Lintas Timur, Wonderful Sail Indonesia Sungailiat dan Beltim.

"Rata-rata event tidak berlangsung satu hari, bisa milih wisatawan yang mau hadir, seperti TFC itu bisa 5-6 hari," katanya.

Ari menyebutkan, pihaknya gencar mempromosikan potensi pariwisata di Babel tidak hanya melalui event-event, tapi juga pameran. Saat ini, wisawatan luar negeri yang datang ke Babel masih didominasi oleh wisatawan dari China.

"Kalau promosi luar negeri kita menginduk ke kemenpar Asia Tenggara dan Pasifik kita akan ikut Internasional Tourism Board di Singapura karena ini terbesar di Asia Tenggara. Sampai saat ini kunjungan wisatawan luar negeri yang datang ke kita masih didominasi dari China," bebernya.

Untuk promosi dalam negeri, pihaknya juga akan melakukan pameran tidak hanya dinas pariwisata sendiri melainkan juga berkolaborasi dengan dinas-dinas terkait.

"Kalau nasional tidak menutup kemungkinan  berkolaborasi denhan OPD terkait, misalnya UMKM. Kalau dari Disbudpar sendiri ada dua di Jakarta Gebyar Wisata Nusantara dan ke Yogya atau Palembang yang memiliki event-event berkualitas," ujarnya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved