Ekspor Ikan Bangka Belitung 2018 Capai 8.570 Ton, Pengiriman Lebih Banyak ke Malaysia

Beberapa jenis komoditi perikanan yang dominan di ekspor seperti cumi, pari, tenggiri, ekor kuning, udang kipas dan beberapa komoditi lainnya.

Ekspor Ikan Bangka Belitung 2018 Capai 8.570 Ton, Pengiriman Lebih Banyak ke Malaysia
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Kepala BKIPM Babel, M Darwin Syah P. 

BANGKAPOS.COM - Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat sepanjang tahun 2018 nanti jumlah ekspor ikan dari Babel mencapai 8.570 ton dengan frekuensi 1.338 kali. Sedangkan untuk ekspor ikan hidup mencapai 135.150 ekor.

Nilai komoditas ekspor ikan tahun 2018 ini mencapai Rp 254 miliar, jumlah ini meningkat tahun 2017 sebesar Rp 157 miliar.

Kepala BKIPM Babel, M Darwin Syah P, mengatakan ekspor ikan Babel masih didomonasi ke Malaysia dengan presentase 70 persen, kemudian disusul oleh Singapura dan Thailand. Selain itu, ikan-ikan Babel juga diekspor ke Vietnam dan Australia.

Beberapa jenis komoditi perikanan yang dominan di ekspor seperti cumi, pari, tenggiri, ekor kuning, udang kipas dan beberapa komoditi lainnya. Untuk ekspor ikan hidup masih didominasi ikan kerapu.

Ia menyebutkan, saat ini ada 11 Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang bisa melakukan ekspor langsung. Diketahui memang ada 13 UPI yang bisa ekspor, namun duanya di nonaktifkan lantaran tidak bisa memenuhi standar Hazard Analysis & Critical Control Point (HACCP).

Darwin menjelaskan, selain ekspor, lalu lintas ikan kita juga domestik yang nilai komoditasnya cukup fantastis dan melebih nilai ekspor sekitar Rp 500 miliar.

"Kalau digabungkan domestik dan ekspor hampir 1 triliun nilai komoditas kita, kalau prediksi bu Mentri bisa sampai Rp 5 T. Ini yang dilalulintaskan belum yang dikonsumsi baik yang masuk ke restoran, hotel dan lainnya," kata Darwin, Senin (7/1/2019).

Darwin menyebutkan, ekspor ikan segar dan hidup secara legal harus melalui BKIPM, dalam hal untuk penerbitan sertifikat kesehatan ikan.

"Pontensi ikan ini lebih besar, tapi tidak semuanya tercatat. Karena tidak semuanya mendaratkan ikan di Pelabuhan kita, ada yang menangkap di perairan Babel tapi dibawa langsung ke pelabuhan lain," katanya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved