Lalu Lintas Perikanan di Pelabuhan Tradisional Belum Terawasi Maksimal

Masih ada pelabuhan tradisonal yang belum bisa kita pantau karena keterbatasan personil. Kita berharap

Lalu Lintas Perikanan di Pelabuhan Tradisional Belum Terawasi Maksimal
Bangka Pos/Krisyanidayati
Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, M Darwin Syah P. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, M Darwin Syah P, mengatakan pihaknya keterbatasan mengawasi lalulintas perikanan yang terkadi di Pelabuhan-pelabuhan kecil atau tradisional.

Darwin menyebutkan, pihaknya baru bisa mengawasi beberapa pintu masuk lalu lintas perikanan seperti di Bandara Depati Amir, Bandara Hanandjoeddin Belitung, Pelabuhan Pangkabalam, Pelabuhan Muntok, dan PPI Tanjungpandan.

"Masih ada pelabuhan tradisonal yang belum bisa kita pantau karena keterbatasan personil. Kita berharap pemda menempatkan orang-orangnya disana. Beberapa yang belum terpantau kita itu di Belinyu, Pongok, Sadai, Belitung Timur, Manggar dan Selan," katanya.

Ia bahkan tak memungkiri masih adanya transaksi perdagangan ikan ditengah laut yang merugikan negara.

"Masih ada transaksi ditengah laut dan ini merugikan negara, kita kehilangan potensi pendapatan negara bukan pajak, ikan-ikan yang telah diambil tidak tercatat, dan ini ilegal," katanya.

Ia membeberkan, tahun ini pihaknya akan menggencarkan pengawasan lalu lintas perinakan bersama stake holder terkait.

"Kami bersama pemda merencankan tahun ini untuk melakukan pengawasan intensif. Kita akan ada patroli, sosialisasi pelaku usaha dan penegakan hukum kalau tidak bisa dibina akan ambil tindakan tegas, karena ini merugikan negara," katanya.

Ia menyebutkan, pihaknya terus berupaya untuk menjaga lalulintas perikanan di Babel, pasalnya sertifikat kesehatan ikan baik ekspor maupun domestik hanya bisa dikeluarkan pihaknya.

"Kita mengawasi di pintu masuk dan keluar ini terbatas baru di beberapa titik. Banyak titik lalulintas tradisional yang belum terawasi karena keterbatasan," ujarnya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved