Masih Banyak Ikan dari Babel yang Tidak Diekspor Langsung

Ia menyebutkan ada dua alasan kapal tidak memilih mendaratkan ikan di Babel, pertama karena kondisi

Masih Banyak Ikan dari Babel yang Tidak Diekspor Langsung
Bangka Pos/Krisyanidayati
Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, M Darwin Syah P. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, M Darwin Syah P,  menyampaikan terbatasnya pelabuhan di Babel menyebabkan banyaknya hasil perikanan Babel tidak dieskpor langsung dari Babel. 

Darwin menyebutkan, tak jarang kapal-kapal besar penangkap ikan diatas 10 GT memilih untuk mendaratkan ikan di Pelabuhan Provinsi lain, padahal ikan-ikan ini ditangkap di perairan Babel. 

Tak hanya itu, persoalan lainnya ialah pendataan produksi ikan di Babel juga belum tercatat dan terlaporkan dengan valid.

Padahal potensi perikanan Babel untuk komoditas ekspor maupun domestik cukup besar.

"Permasalahan utama karena pelabuhan terbatas, kapal-kapal eksportir harus nunggu container ke priok dulu.

Pendataan terkait data tangkapan ikan juga terbatas, banyak kapal-kapal asing dan dalam negeri bukan dari Babel nangkap ikan di Babel didaratkan di tempat lain," kata Darwin, Senin (7/1/2019).

Lebih lanjut, ia menyampaikan beberapa UPI memilih mengekspor ikan dari Provinsi lain.

Untuk lalu lintas domestik tujuan ikan Babel masih didominasi ke Jakarta, Surabaya, dan Cirebon.

"Komoditinya sama dengan ekspor untuk lalu lintas domestik, tapi mereka dikirim dulu dari Babel ke Provinsi lain baru diekspor," ujarnya.

Ia menyebutkan ada dua alasan kapal tidak memilih mendaratkan ikan di Babel, pertama karena kondisi pelabuhan yang dangkal dan crowded baik di Bangka maupun di Belitung. 

"Ini ada beberapa faktor tidak mau dan tidak bisa, di Tanjungpandan kapal enggak bisa masuk lagi karena dangkal.

Perlu revitalisasi pelabuhan sehingga kapal besar bisa mendarat ke kita. Selain itu juga banyak pelabuhan kecil dan tangkahan," ujarnya.

Ia berharap dari pemda bisa menempatkan petugas di pelabuhan untuk mencatat hasil produksi ikan

"Pemda mari kita sinergi bersama membenahi pendataan produksi dan lalu lintas ikan, karena potensi Babel ini besar," katanya.

Ia menjelaskan, ada beberapa ancaman terhadap sektor perikanan seperti kapal compreng, penggunaan alat tangkap yang dilarang, dan zonasi laut jangan sampai mengganggu terumbu karang tempat ikan hidup. (Bangka Pos/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved