Aripin, Bocah Penderita Kelainan Usus Sejak Lahir di Belitung, Akan Diperiksa Secara Detail

Apabila sudah siap nanti kondisi pasien, administrasi harus disiapkan, termasuk biaya segala macam selama

Aripin, Bocah Penderita Kelainan Usus Sejak Lahir di Belitung, Akan Diperiksa Secara Detail
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Arifin membuka bajunya dan menunjukkan perutnya yang membesar akibat menderita kelainan usus, saat berada di rumahnya, Jalan Air Ketekok, Desa Air Ketekok, Tanjungpandan, Senin (7/1/2019) sore. 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -  Bocah berusia 4 tahun, penderita kelainan usus, Rabu (9/1/2019) rencana bakal dilakukan pemeriksaan di IGD RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung.

Aripin, bocah yang beralamat di Jalan Air Ketekok, Desa Air Ketekok, Kecamatan Tanjungpandan itu, sudah menderita sakit susah untuk buang air besar (BAB) itu sejak lahir.

"Tadi kami sudah ketemu dengan pasien nya, dan besok (hari ini-red) kami berikan saran kepada pasien untuk langsung datang ke UGD (IGD), agar dilakukan pemeriksaan," kata Direktur RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung Hendra kepada Posbelitung.co, Selasa (8/1/2019).

Yang akan diperiksa oleh dokter rumah sakit itu, kondisi terkini kesehatan tubuh pasien.

Ini tentunya sangat penting buat melakukan rujukan kepada pasien tersebut. Sehingga tidak salah mengambil langka dalam memberikan pelayanan.

"Disitu nanti bisa diketahui layak atau tidak pasien itu dirujuk atau tidak, karena perujukan itu kondisi pasien harus siap secara fisik.

Apabila sudah siap nanti kondisi pasien, administrasi harus disiapkan, termasuk biaya segala macam selama di rumah sakit rujukan. Karena bapak sama ibu nya ingin berangkat, kalau sudah clear semua baru berangkat," ujar Hendra.

Semula, penyakit yang di derita oleh Aripin sudah diketahui sejak bocah lelaki itu berusia 4 bulan.

Bocah ini, tercatat sudah tiga kali berobat ke RSUD H Marsidi Judono, antara usia bocah tersebut berkisaran 4 - 5 bulan. Saat itu berat badan pasien sangat rendah, yaitu 4 - 5 kilogram (kg).

"Saran dokter waktu itu harus di naikan 10 kilogram. Tapi setelah itu pasien terus berada dirumah, dan tidak pernah berobat lagi, dari Agustus 2014 sampai sekarang.

Halaman
12
Penulis: Disa Aryandi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved