Atap Langit Babel Gelar Pendampingan Literasi di Negeri Gurindam Dua Belas Kepri

LKS Atap Langit Bangka Belitung menggelar Workshop Pendampingan Satgas Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Pulau Bintan, Kepulauan Riau

Atap Langit Babel Gelar Pendampingan Literasi di Negeri Gurindam Dua Belas Kepri
DOK ATAP LANGIT
Workshop Pendampingan GLS di Pulau Bintan, Kepulauan Riau. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - LKS Atap Langit Bangka Belitung menggelar Workshop Pendampingan Satgas Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Pulau Bintan, Kepulauan Riau.

Sebagai penggiat literasi, pendampingan Gerakan Literasi tidak hanya di Pulau Bangka dan Belitung saja namun harus berdampak juga pada pulau terdekat yakni Pulau Bintan Provinsi Kepri karena dari sinilah Literasi Nasional dimulai seperti yang dikenal Gurindam Dua Belas.

Workshop yang dilaksanakan selama sehari bertempat di Ruang Pertemuan SLB Negeri 1 Tanjungpinang ini dihadiri oleh Satgas GLS Provinsi Kepulauan Riau, SLBN 1 Tanjungpinang, SLBN 2 Tanjungpinang, SLBN Bintan, SLB Mutiara Tanjungpinang, SKH Citra Nugraha Bintan, SLB Karya Mandiri Kijang Bintan Timur dan dibuka secara resmi oleh Kasi Kurikulum dan Penilaian Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Dr Elmie, M. Pd di hadapan seluruh peserta, Sabtu (5/1/2019).

Kasi Kurikulum dan Penilaian Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Dr Elmie, M.Pd mengatakan praktik Penguatan GLS mendorong para warga sekolah untuk meningkatkan minat baca. Mengingat kegiatan membaca sekarang ini sangat minim dan buku dikesampingkan tergeser sama handphone dan televisi. Untuk menggairahkan agar penyerapan informasi lebih berkembang di sekolah dibutuhkan kerjasama yang baik menjadi tim, satu kesatuan. Tim satgas literasi yang ada di sekolah agar gerakannya didukung oleh semua unsur.

"Kami mengajak kepada ibu dan bapak untuk menggairahkan gerakan literasi sekolah, terbiasa sehingga menjadi satu kebiasaan. Dan yang paling ringan adalah membaca buku. Semoga, kegiatan pembiasaan membaca 15 menit pada kegiatan awal sebelum KBM dimulai dapat dilanjutkan dengan kegiatan positif lainnya," ungkap Dr Elmie.

Penguatan GLS ini, lanjut Dr Elmie membutuhkan dukungan antara lain sumber daya manusia (SDM) dengan memotivasi agar suka membaca buku, sarana prasarana seperti buku bacaan dimana keberadaannya menjadi pusat perhatian. Koleksi buku di perpustakaan sekolah harus bervariatif dan jangan didominasi dengan buku mata pelajaran sehingga dapat menarik minat siswa untuk datang ke perpustakaan.

"Kesan pertama yang kita lihat saat masuk perpustakaan adalah isinya buku paket dan kondisi ruangannya berdebu. Inilah yang kita harapkan agar kepala sekolah merubah suasana yang tadinya membosankan menjadi menarik, menyediakan sarana prasarana yang nyaman di perpustakaan. Jadikan ruang perpustakaan ruang nyaman kedua bagi siswa setelah ruang kelas, sehingga mereka betah," paparnya.

Selain itu, lanjut Dr Elmie, membangkitkan motivasi siswa ke arah positif, menciptakan suasana sekolah nyaman dan ramah lingkungan sehingga dapat menekan efek negatif (kenakalan siswa bisa ditekan). Dengan membaca maka siswa akan menyerap ilmu sebagai bekal bagi dirinya mengatasi problema.

"Kami mengapresiasi, LKS Atap Langit Bangka Belitung yang sudah menggerakan literasi di Negeri Gurindam dua belas ini imbasnya. InshaAllah kami akan mensuport agar gerakan literasi sekolah dapat berkelanjutan dalam meningkatkan kompetensi siswa. Ini tugas guru kami untuk menggali potensi para siswanya agar bisa berkembang. Berikan pelayanan yang terbaik kepada siswa dengan pendekatan hati. Dengan mengucap Bismilahirrohmanirrohim, Workshop Pendampingan GLS secara resmi dibuka," ucapnya.

Sementara itu, Ketua LKS Atap Langit Bangka Belitung, Poni Auri, S.Pd mengatakan, kegiatan Workshop GLS ini diikuti oleh Satgas GLS Provinsi Kepulauan Riau, 6 SLB negeri dan swasta di Pulau Bintan, setiap sekolah mengirimkan empat orang yakni kepala sekolah, ketua dan pengurus satgas GLS sekolah dan Pengelola Perpustakaan Sekolah.

Para peserta workshop mendapat pengarahan dari dua narasumber pusat yakni Kasubdit Peserta didik PKLK Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Kemendikbud RI, R Achmad Yusuf SA, M. Ed dan Dr Yasep Setiakarnawijaya, M.Kes dari Satgas GLS Kemendikbud RI tentang Implementasi GLS di SLB. (Bangkapos/Rusaidah)

Editor: rusaidah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved