Muddai Madang Beberkan Bisa Punya Saham Terbesar dari Klub Sriwijaya FC

Komisaris Utama sekaligus Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) Muddai Madang akan mengikuti arahan Gubernur Sumatera Selatan

Muddai Madang Beberkan Bisa Punya Saham Terbesar dari Klub Sriwijaya FC
WENY WAHYUNI/TRIBUNSUMSEL.COM
Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) H Muddai Madang (kanan) 

BANGKAPOS.COM -- Komisaris Utama sekaligus Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) Muddai Madang akan mengikuti arahan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) terkait masa depan Sriwijaya FC.

Hal tersebut disampaikan Muddai usai Press Conference Gubernur Sumsel,  Herman Deru terkait dengan Sriwijaya FC di Hotel Horison Ultima Palembang, Senin (07/01/2019).

“Kita ikut arahan pak gubernur saja lah, saya ikut saja,” kata Muddai. Muddai menjelaskan saham PT SOM berubah pada Juli 2018 yang sebelumnya kepemilikan dimiliki oleh beberapa orang.

Baca: Beredar di Medsos, Kapten Sriwijaya FC Ini Bakal Digaet Persija Jakarta

Pada Juli 2018 lalu hanya dimiliki oleh dirinya dan Yayasan Sepakbola. “Waktu Juli berubah, Saya kan mau bertanggung jawab, saya kan mesti tahu yang mau setor siapa. Kalau nggak ada yang setor, cuma saya yang setor, konsekuensinya harus ada yang dikurangi (sahamnya) kan begitu. Sederhananya begitu. Mekanismenya, ada aturannya, aturannya UU perseroan. Itu kan notaris yang bikin, bukan saya,” ujarnya.

Ia melanjutkan saham tersebut dimilikinya 88 persen sementara sisanya oleh Yayasan sepakbola. “Yayasan ini kan sepanjang ini tidak pernah setor, tidak ada ikut membiayai, tidak pernah, karena memang tergantung dari dana pemerintah."

Baca: Selamatkan Sriwijaya FC, Mantan Pengelola Klub Tempuh Cara Ini

"Pemerintah kan tidak boleh berikan dana sementara yayasan sendiri belum punya kemampuan mencari dana jadi tidak pernah setor,” bebernya. Muddai enggan menyebutkan berapa nilai saham 88 persen tersebut.

Menurutnya, nilai saham tersebut tergantung bagaimana kebutuhan tim karena biaya itu bukan hanya modal yang ditempatkan, tapi biaya macam-macam.

PRESS CONFERENCE - Gubernur Herman Deru dalam press conference bersama dengan Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Muddai Madang beserta jajaran di Hotel Horison Ultima Palembang, Senin (07/01/2019)
PRESS CONFERENCE - Gubernur Herman Deru dalam press conference bersama dengan Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Muddai Madang beserta jajaran di Hotel Horison Ultima Palembang, Senin (07/01/2019) (TRIBUN SUMSEL/WENI WAHYUNY)

Muddai menjelaskan bahwa siapapun yang menginginkan saham Sriwijaya FC, dipersilakan datang kepadanya. Lagi pula ia sendiri mengaku tak ada niat sedikitpun untuk ambil alih kepemilikan saham Sriwijaya FC.

“Ini kan penugasan supaya SFC itu tidak berhenti di jalan. Harusnya saya ini dapat sertifikat bukan dimaki. Logikanya kan begitu. Kita selamatkan kok,” ujar Muddai.

Karenanya, Muddai berminat untuk melepaskan semua sahamnya sebesar 88 persen. Alasan dirinya ingin melepaskan saham, karena ia tidak tertarik untuk memiliki SFC.

Baca: Legenda Sriwijaya FC Ini Ngaku Senang Ikut Turnamen Alex Noerdin Cup 2018

Ia terlanjur terlibat dengan menanamkan sahamnya sejak awal Sriwijaya FC ada. “Pertimbangannya (lepas semua saham) karena saya tidak tertarik. Saya kemarin itu, karena penugasan. Saya punya saham ini dari mulai SFC berdiri, saya sudah jadi Komut (Komisaris Utama). Mulai berdiri itu tidak ada dana, semua dana pribadi dikasih. Tapi saya lihat tidak ada terima kasihnya, yang ada hanya dimaki-maki. Buat apa saya punya. Saya sudah nggak minat kok,” ungkapnya.

Muddai melanjutkan dengan adanya rencana duduk bersama yang dimotori oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru dalam waktu dekat diharapkan SFC tetap berjalan meskipun saham akan dilepasnya dan berpindah tangan.

Soal dana yang harus dikeluarkan untuk pembelian sahamnya, Muddai menegaskan tidak perlu khawatir karena yang terpenting saat ini adalah bagaimana membawa SFC tetap berjalan. “Pokoknya buat saya itu yang penting SFC ini tetap berjalan. Kalau mengenai dana, kita rundingan lah, gampang. Berapapun yang dikasih tidak ada persoalan buat saya,” bebernya.

“Saya bukan mau menggantungkan hidup dari PT SOM ataupun mau mengkomersialkan itu, nggak. Yang penting ini jalan tapi ada caranya, ada mekanismenya, ada aturannya. Nggak yang di medsos- medsos liar itu,” timpalnya.(tribun sumsel)

Editor: emil
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved