Sriwijaya FC Terdegradasi Ke Liga 2 Bikin Suporter Singa Mania Mati Suri

Langkah awal yang diambil oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru untuk duduk bersama menentukan langkah Sriwijaya FC

Sriwijaya FC Terdegradasi Ke Liga 2 Bikin Suporter Singa Mania Mati Suri
TRIBUNNEWS.COM
SELEBRASI BERSAMA-Nova Ariyanto bersama rekan-rekanya melakukan selebrasi sekaligus merayakan gol ke gawang lawan dalam lanjutan Liga 1 beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.COM - Langkah awal yang diambil oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru untuk duduk bersama menentukan langkah Sriwijaya FC ke depan disambut baik oleh kelompok suporter Ultras Palembang. Selain dari Gubernur Sumsel serta jajaran, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) dan ahli sepakbola, juga melibatkan kelompok suporter Sriwijaya FC.

“Soal itu (melibatkan suporter duduk bersama) kami belum tahu. Tapi kami sangat welcome,” kata Ketua Ultras Palembang, Qusoy kepada Tribunsumsel.com, Selasa (08/01/2019).

Baca: Muddai Madang Beberkan Bisa Punya Saham Terbesar dari Klub Sriwijaya FC

Pada Press Conference  yang digelar di Hotel Horison Ultima, Senin (07/01/2019), Gubernur Sumsel pula mengajak kalangan suporter untuk ikut memiliki saham dari PT SOM agar tak hanya memiliki secara moril tapi juga memiliki secara hukum.

“Kalau soal saham, tunggu kami ketemu di tanggal 15 ini kalaupun diundang,” jelasnya. Pada pertemuan nantinya, sambung Qusoy jika diundang duduk bersama maka semuanya keinginan maupun unek-unek suporter akan dikeluarkan sehingga dapat membantu mencari jalan untuk SFC kedepan.

Baca: Legenda Sriwijaya FC Ini Ngaku Senang Ikut Turnamen Alex Noerdin Cup 2018

Ajakan Gubernur Sumsel ini juga disambut baik oleh kelompok suporter Singa Mania. Ini menjadi momentum yang ditunggu dimana suporter dilibatkan dalam memberikan sumbang saran untuk SFC kedepan. “Mau,” kata Ketua Umum Singa Maniam Ariyadi Eko Neori kepada Tribunsumsel.com, Selasa (08/01/2019).

Dugong, begitulah ia disapa mengakui bahwa selama ini kelompok suporter jarang dilibatkan dalam urusan Sriwijaya FC. Ia merasa bahwa saat ini suporter terutama Singa Mania seakan mati suri, apalagi usai SFC didegradasi dari Liga 1.

“Sekarang kami ini serasa mati suri, ada apa-apa kami tidak diajak, giliran penggalangan dana baru kami diajak,” ungkapnya.

Diakuinya bahwa selama SFC didegradasi kelompok Singa Mania tak tahu ingin berbuat apa untuk Sriwijaya FC. Termasuk gerakan-gerakan untuk SFC pun dirasa nihil. “Kami serba salah sekarang ini. Kami dianggap orang tidak ada gerakan. Bagaimana kami ini mau bergerak sedangkan wong pucuk (orang atas) lagi ribut soal saham,” terangnya.

Terkait dengan adanya sumbangan dana untuk membeli saham SFC, Dugong mengatakan nantinya akan dibicarakan lagi dengan anggota karena kesepakatan tak hanya ia yang memutuskan tapi juga melibatkan komunitasnya.(tribun sumsel)

Editor: emil
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved