Ahok Harapkan Petani Bisa Garap APL, Lahannya Bisa Disertifikatkan

Petani banyak juga yang mengeluhkan hal ini. Mereka mengharapkan lahan mereka yang di APL bisa

Ahok Harapkan Petani Bisa Garap APL, Lahannya Bisa Disertifikatkan
Bangka Pos / Hendra
Anggota DPRD Babel, Hendriyansen 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Lahan garapan petani di Bangka Belitung saat ini masih banyak yang berada di lahan arel penggunaan lain (APL).

Seiring program sertifikasi tanah pemerintah pusat, Anggota DPRD Propinsi Babel, Hendriyansen mengatakan pemerintah dan BPN agar dapat mengalihkan status lahan APL untuk keperluan petani.

Program sertifikat tanah gratis ini kata Hendriyansen ada beberapa jenis, yakni PTSL dan Redistribusi.

“Petani banyak juga yang mengeluhkan hal ini. Mereka mengharapkan lahan mereka yang di APL bisa disertifikatkan.

Kalau program redistribusi itu tahun 2018kita mendapat sekitar 72ribu persil se-Indonesia. Nah tahun 2019 ini akan lebih besar lagi, targetnya 9 juta persil. Diperkirakan Babel bakal kebagian sekitar 8000 persil,” kata Hendriyansen, Rabu (9/1/2019).

Jumlah yang cukup besar ini diharapkan untuk petani yang berada di lahan APL. Akan tetapi alih fungsi ini harus ada persetujuan dari pemerintah.

“BPN sudah menyampaikan ke kita, kalau yang APL ini sulit untuk dijadikan milik rakyat atau petani langsung.

Harus ada keputusan pemerintah agar dilakukan alih fungsi dulu, misalkan untuk perkebunan, pertanian atau kehutanan,” kata Hendriyansen yang akrab disapa Ahok ini.

Alih fungsi lahan untuk disertifikatkan ini juga lanjutnya harus diatur dengan baik.

Dikhawatirkan juga lahan yang sudah disertifikasi tersebut beralih tangan atau diperjual belikan.

Hendriyansen menyarankan, bila memang disertifikatkan nantinya, diberikan juga perjanjian atau klausul tidak boleh memperjual belikan lahan tersebut.

“Kan bisa disertifikatnya dibuat seperti itu. Ada perjanjiannya tidak boleh dijual. Misalkan ke pembeli dari luar daerah.

Atau diberikan jangka waktu. Jangan sampai juga nanti disertipikatkan tapi justru dijual. Akibatnya petani tidak punya lahan garapan lagi,” ujar Hendriyansen. (Bangka Pos / Hendra)

Penulis: Hendra
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved