Pangkalpinang Harus Jeli Selesaikan Permasalahan Sampah

pasokan sampah minimal di kota ibu kota Provinsi itu mencapai 150 ton/hari. Sedangkan kapasitas TPA

Pangkalpinang Harus Jeli Selesaikan Permasalahan Sampah
Bangka Pos/Krisyanidayati
Kepala Satker Pengembangan Sitem Penyehatan Lingkungan Permukiman Babel, Kementrian PUPR Miarka. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Satker Pengembangan Sitem Penyehatan Lingkungan Permukiman Babel, Kementrian PUPR Miarka mengatakan pemerintah kota Pangkalpinang harus serius menangani permasalahan persampahan.

Hal ini lantaran pasokan sampah Pangkalpinang terus bertambah tanpa adanya penambahan kapasitas tempat penampungan sampah.

Miarka menyebutkan, pasokan sampah minimal di kota ibu kota Provinsi itu mencapai 150 ton/hari. Sedangkan kapasitas TPA Parit Enam sudah melebihi batas.

Ia menyebutkan, perlu ada gerakan bersama untuk melakukan pemilihan sampah ditingkat rumah tangga. Pasalnya, sampah rumah tangga merupakan penyumbang pasokan sampah terbesar.

"Sebenarnya pemda pangkalping harus jeli karena setiap hari sampah paling besar rumah tangga dan pasar, sedangkan lahan mereka terbatas.

Ini harus kreatif membuat gerakan atau edukasi secara bersama untuk mengelola sampah, paling tidak untuk memisahkan sampah organik dan non organik ditingkat rumah tangga," kata Miarka, Rabu (9/1/2019).

Ia menyebutkan gerakan ini memanga sudah dilakukan, namun masih belum masif sehingga belum menghasilkan secara maksimal.

"Pangkalpinang sudah melaksanakan cuma dak booming. Ini yang harus ditingkatkan. DLH pangkalpinang sudah melakukan tapi masih dalam kelompok kecil.

Ini perlu dorongan serius dari kepala daerah, misalnya ada reward atau kebijakan bagi kelurahan yang bisa mengelola sampah," sebutnya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved