Premium Habis Diduga Hanya Akal-akalan

Para pembeli bahan bakar minyak jenis premium di SPBU sering mendapatkan plang tulisan Premium Habis.Akan tetapi hal tersebut diduga hanya akal-akalan

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Para pembeli bahan bakar minyak jenis premium di SPBU sering mendapatkan plang tulisan Premium Habis. Akan tetapi hal tersebut diduga hanya akal-akalan pihak SPBU. Hal ini dialami Titin, Senin, (7/1) kemarin.

Pasalnya sekitar Pukul 11.30 WIB saat hendak mengisi premium untuk sepeda motornya di sebuah SPBU wilayah Pangkalan Baru dijumpai plang tertulis premium habis. Akan tetapi tak sengaja sekitar Pukul 14.30 WIB saat kembali ke SPBU yang sama dirinya menemukan ada oknum mengisi premium menggunakan jeriken.

"Saya penasaran ada orang isi premium pakai jerigen muat di mobil pickup. Saya masuk lagi ke SPBU, liat jelas dari nozel premium. Tapi petugas sampaikan bahwa premium habis," ungkap Titin, Selasa (8/1).

Titin menambahkan dirinya kemudian memotret aktivitas pengisian premium tersebut.

"Ku foto jerigen dan orang yang sedang isi premium," ungkap Titin.
Lebih lanjut Titin kembali memastikan bahwa dirinya melihat langsung nozel jenis premium diisi ke dalam jerigen di atas mobil pickup.

"Saya lihat sendiri. Dan saya pastikan bahwa nozelnya nozel premium. Saya pernah alami sebelumnya, waktu itu saya minta bagi 10 liter dan dibagi," tegas Titin.

Titin mengharapkan agar pihak terkait segera bertindak agar masyarakat tidak menjadi korban dan tidak bisa mendapatkan bahan bakar minyak jenis premium karena alasan premium habis.

"Plangnya tulis premium habis tetapi ada orang isi premium dan pakai jeriken lagi," keluh Titin.
Titin menegaskan dirinya siap untuk membuktikan.

"Saya siap untuk membuktikan. Dan para pegawai kenal dan tahu saya saat saya protes dan minta bagi," tegas Titin.

Pihak SPBU Membantah
Kuasa SPBU Kejora, Gerry membenarkan bahwa pihak SPBU, Senin (7/1) melayani pembeli menggunakan jerigen.

"Benar kemarin di novel tiga ada yang beli pakai jeriken tetapi bukan premium melainkan Pertalite. Premium habis karena terlambat dikirim pihak Pertamina," ungkap Gerry, Selasa (8/1).
Gerry mengakui banyak yang protes karena premium habis.

"Banyak yang protes karena premium habis. Mungkin karena marah mereka foto. Tapi sebenarnya bukan premium tetapi Pertalite yang gunakan jeriken," jelas Gerry.

Lebih lanjut Gerry menjelaskan pengiriman premium dari Pertamina sering terlambat.

"Selama ini biasanya setiap hari kami dapat suplai premium sebanyak 8 ton selama 6 hari. Tapi sekarang sering terlambat dan kadang seminggu hanya dapat empat kali," ungkap Gerry.

Editor: respisiusleba
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved