Dana Tanggap Darurat Bencana Babel Hanya Rp 5,2 Miliar

Untuk bencana dana tanggap darurat ini digunakan saat bencana, kalaupun itu tidak cukup kita bisa

Dana Tanggap Darurat Bencana Babel Hanya Rp 5,2 Miliar
Bangka Pos/Krisyanidayati
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bapppeda) Babel, Ferry Insani. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menganggarkan Rp 12,5 miliar untuk penanggulangan bencana tahun 2019.

Anggaran ini terbagi dua yakni tanggap darurat saat bencana sebesar Rp 5,2 miliar dan penanggulangan bencana yang ada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Babel sebesar Rp 7,3 miliar.

Kepala Badan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bapppeda) Babel, Ferry Insani mengatakan dana tanggap darurat ini disiapkan untuk saat bencana. Sedangkan yang ada di BPBD sebagai upaya penanggulangan bencana.

Ferry menjelaskan, sebetulnya anggaran kebencananaa tidak hanya itu saja, tapi juga tersebar di Organisasi Perangkat Daerah lainnya. Bencana meliputi tiga aspek yakni pra bencana, bencana dan paska bencana.

"Untuk bencana dana tanggap darurat ini digunakan saat bencana, kalaupun itu tidak cukup kita bisa menggunakan dana yang ada dulu. Kita berharap tidak ada bencana lah," kata Ferry, Kamis (10/1/2019).

Lebih lanjut, ia menyampaikan anggaran Rp 7,3 miliar yang ada di BPBD lebih banyak digunakan pra bencana.

"Ada juga dana di OPD lain, diluar yang telah kita anggarkan seperti tahun lalu kita berikan Daba Rp 26 miliar untuk penanggulangan banjir di Pangkalpinang dan mengurangi dampak banjir di Belitim," katanya.

Disinggung berapa total dana kebenacanaan yang disiapkan pemprov, sayangnya ferry menyebutkan pihkanya belum mengkalkulasikan semua anggaran yang tersebar di OPD untuk kebencanaan.

"Kita belum hitung berapa toyal semuanya, misalnya pekerjaan di PU menyangkut banjir. Jembatan, saluran drainase dan sebagainya, ini juga berkaitan dengan penanggulangan bencana," ujarnya.

Berdasarkan peta mitigasi bencana, potensi bencana di Babel yakni angin kencang dan puting beliung. Sedangkan untuk bencana banjir lantaran perubahan kondisi lingkungan bukan bencana alam.

"Semoga jangan sampai terjadi bencana, tetapi tetap kita anggarkan untuk antisipasi," katanya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved